SUARA INDONESIA
Banner

68 Wartawan di Banyuwangi Divaksin Covid-19

BANYUWANGI- Sebanyak 68 wartawan di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mulai menjalani vaksinasi dosis pertama. Penyuntikan vaksin dilakukan di Ruang VVIP Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Blambangan, Selasa (2/3/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr Widji Lestariono melalui Kasi Pengendalian dan pencegahan Penyakit Menular (BP2M), Sudarto Setyo mengatakan, Profesi wartawan memang disebut masuk dalam prioritas vaksinasi tahap kedua yang menyasar pada para pemberi layanan publik.

Pemberian vaksinasi kepada wartawan juga disesuaikan dengan jumlah vaksin yang pihaknya terima dari pemerintah pusat.

"Karena logistik datang sesuai dengan kecukupannya, maka kita menggilir sesuai prioritas dulu. Di tahap dua termin kesatu ini wartawan menjadi kelompok yang diikutkan," kata Sudarto saat melakukan peninjauan vaksinasi.

Dia menyebut, dari 68 wartawan yang mendapatkan vaksinasi pada tahap kedua ini, terdiri dari wartawan foto, tv, cetak, dan online yang tergabung dalam organisasi wartawan.

"Di tahap kedua termin pertama, ada 68 jurnalis sesuai data yang kita peroleh dari empat profesi organisasi wartawan, mulai dari foto hingga tv," jelasnya.

Sementara, kata Sudarto, untuk wartawan yang masih belum tercantum dalam penerima vaksin di tahap kedua termin pertama tersebut, akan diikutkan pada vaksinasi di termin keduanya.

"Tidak menutup kemungkinan bahwa dari 68 wartawan ternyata masih ada yang di luar itu. Nanti akan dimasukkan di termin kedua, tetapi pendataan nya masuk di organisasi wartawan masing-masing," tandasnya.

Sementara itu Ketua PWI Banyuwangi Syaifuddin Mahmud menambahkan, empat organisasi wartawan yang mendapatkan giliran untuk program vaksinasi tahap kedua termin pertama terdiri dari PWI, IJTI, AJI dan Pewarta Foto.

"Pelaksanaan vaksinasi (untuk wartawan) di Banyuwangi, kemarin kita dikoordinir Dinas Kesehatan. Ada empat asosiasi yakni PWI, IJTI, AJI dan Pewarta Foto. Teman-teman disuruh mendata anggotanya masing-masing," kata Aif sapaan akrabnya.

Wartawan yang sudah mendapatkan vaksinasi dosis pertama itu, akan mendapatkan vaksin dosis kedua setelah 14 hari sesuai SOP pemberian vaksinasi.

Aif berharap, dengan dilaksanakannya vaksinasi untuk wartawan, semakin meningkatkan kinerja sebagai garda terdepan dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Dengan vaksinasi ini, teman-teman sebagai garda terdepan di lapangan bisa lebih maksimal, mereka tidak khawatir, tidak cemas, dan tidak takut lagi sama Covid-19. Tapi meskipun sudah di vaksin harus tetap menjaga protokol kesehatan. Wajib pakai masker, cuci tangan dan selalu menjaga jarak," tandasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?