SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Kisah Mbah Hartini: 41 Tahun Jualan Jamu Keliling, Mampu Besarkan 9 Anak

Muhammad Nurul Yaqin - 09 October 2022 | 12:10 - Dibaca 5.58k kali
Features Kisah Mbah Hartini: 41 Tahun Jualan Jamu Keliling, Mampu Besarkan 9 Anak
Mbah Hartini (69), terlihat sedang melayani pembeli di Jalan Perumahan Mendut, Kecamatan Banyuwangi. (Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BANYUWANGI - Suara gerobak di tengah terik matahari menjadi penanda untuk Mbah Hartini (69). Dengan gerobak dorong sederhana itu, ia berjualan keliling kota menjajakan jamu yang diraciknya sendiri. 

Tangannya yang menguning akibat racikan jamu kunyit menempel lekat. Warna kuning itu melumuri jemari hingga telapak tangannya yang sudah mulai keriput.

Meski terik, Mbah Hartini tetap gigih berjualan jamu rempah. Warga Kelurahan Panderejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, ini sudah 41 tahun berjualan jamu. Tak sesekali ia mengkhianati pekerjaan yang ia tekuni sejak muda.

Mbah Hartini menyusuri jalan demi jalan hingga memasuki lorong kompleks perumahan demi menjajakan dagangannya. Sembari terus mendorong gerobak, tak bosan-bosan ia melontarkan kalimat 'jamu pak, jamu bu'.

Perjuangan Mbah Hartini sangat panjang. Ia menuturkan, harus banting tulang berpuluh tahun demi membantu sang suami untuk membesarkan sembilan anaknya. 

Meski tampak letih dengan wajah penuh kucuran keringat, Mbah Hartini tetap semangat berjualan walau harus berjalan kami mendorong gerobak. 

Mendorong gerobak berisi sejumlah botol ramuan tradisional lengkap dengan gelas yang tersusun rapi, Mbah Hartini mengikat beban itu di tangan dan kakinya.

"Alhamdulilah meski hanya berjualan jamu, saya bisa membesarkan kesembilan anak saya. Bahkan sekarang semuanya sudah berkeluarga," ungkapnya sembari bersyukur, Minggu (9/10/2022).

Seiring waktu, usahanya berkembang. Ia mulai memiliki banyak pelanggan. Jamu yang ia jual pun nikmat tanpa tambahan bahan pemanis atau pewarna.

“Saya buat sendiri. Racik dan tumbuk sendiri. Gak pakai gula buatan. Semuanya alami. Alhamdulilah juga banyak yang suka,” ungkapnya.

Mesti ditinggal mendiang suami 15 tahun lalu, bahkan anak-anaknya terbilang sudah mapan. Mbah Hartini, tetap setia berjualan jamu keliling. 

"Karena dari hasil jualan jamu ini, menyimpan banyak sejarah. Sehingga saya tetap menekuninya. Selain itu bisa jalan-jalan juga, ketemu banyak pelanggan," cetusnya Mbah Hartini yang akrab dikenal dengan sebutan Buk Eko Jamu.

Ada berbagai jamu rempah yang dijual Mbah Hartini. Ada jamu kunyit, jamu beras kencur, jamu sirih, jamu temulawak, jamu temu giring, jamu racik sewu, hingga jamu cabe puyang.

Mbah Hartini berangkat berjualan mulai pukul 07.00 WIB, mengelilingi komplek perumahan di wilayah perkotaan Banyuwangi. Mulai perumahan Mendut, Penataran, bahkan juga di Stadion Diponegoro Banyuwangi.

Meski hasil dari jualan jamu tidak begitu banyak. ia tetap mensyukurinya. "Kalau pendapatan sehari cuman sedikit, mungkin Rp 50 ribu. Tapi saya tetap mensyukurinya," tukas Mbah Hartini.

Sedangkan harga jamu yang dijualnya cukup beragam, jika diminum menggunakan gelas antara Rp 4 ribu sampai Rp 5 ribu tergantung jenis jamunya. Sementara untuk botolan, per botol besar seharga Rp 20 ribu dan untuk botol sedang Rp 10 ribu. 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV