SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Antisipasi Gelonggongan, Banyuwangi Perketat Pengawasan Pasokan Daging Mendekati Lebaran

Muhammad Nurul Yaqin - 17 April 2023 | 12:04 - Dibaca 1.25k kali
Kesehatan Antisipasi Gelonggongan, Banyuwangi Perketat Pengawasan Pasokan Daging Mendekati Lebaran
Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi saat melakukan pengecekan daging di Pasar Blambangan, Senin (17/2/2023) pagi. (Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id)

BANYUWANGI - Dinas Pertanian dan Pangan Banyuwangi memperketat pengawasan daging sapi dan ayam menjelang lebaran 2023. Mereka menggelar inspeksi mendadak (sidak) di beberapa pasar tradisional.

Kegiatan ini untuk memastikan tidak ada peredaran daging campuran dan daging gelonggong untuk meraup keuntungan lebih mendekati Idul Fitri.

Sidak dilakukan di seluruh pasar daging dan pasar tradisional secara serempak. Salah satunya di Pasar Blambangan, Senin (17/4/2023) pagi.

Pasar ini dikenal menjadi salah satu sentra penjualan daging sapi dan ayam. Target operasi adalah daging yang ditawarkan ke konsumen.

"Hasilnya tidak ditemukan daging yang mencurigakan. Sementara ini aman," kata Kabid Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dispertan Banyuwangi, drh. Nanang Sugiharto.

Dalam sidak itu, diketahui adanya kenaikan harga daging sapi di pasaran. Harga daging sapi rata-rata tembus Rp 130 ribu hingga Rp 140 ribu per kilogram. 

Sedangkan dalam kondisi normal, harganya sekitar Rp 120 ribu per kilogram. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan daging tinggi di pasaran.

“Kebutuhan daging kita sangat tinggi. Hampir 200 persen kenaikannya jelang lebaran," ucap Nanang.

Dia menambahkan, mendekati lebaran, pasokan daging di Banyuwangi naik tajam. Kini, permintaan daging sapi tembus hingga 7-8 ton per hari. Dari biasanya 4,1 ton.

Beberapa pedagang bahkan sengaja mendatangkan sapi Bali, untuk memenuhi stok daging di Banyuwangi. Namun sebagian besar memilih sapi lokal karena harga cenderung lebih murah.

Menurutnya, peningkatan permintaan daging di Banyuwangi sudah berlangsung sepekan terakhir. Meski pasokan daging tinggi, Dinas Pertanian dan Pangan memastikan stok dalam keadaan aman.

"Sehari saja RPH di Banyuwangi misa melakukan pemotongan 70-80 ekor dari hari biasanya hanya 36 ekor. Jadi kita masih mampu," tegas Nanang.

Selain daging sapi, sidak juga menyasar pedagang daging ayam. Sasarannya, mengantisipasi penggunaan bahan kimia dalam daging.

“Seperti penggunaan formalin. Kita antisipasi itu. Namun hasil pemeriksaan aman dan layak konsumsi," ungkapnya.

Selain itu, pihaknya melakukan pengecekan harga yang kini juga ikut naik. Dari harga Rp 30 ribu, kini daging ayam potong tembus Rp 33 ribu. 

Sedangkan ayam kampung ikut naik dari harga awal Rp 85 ribu kini mencapai Rp 90 ribu.

Seorang pedagang daging sapi, Agus Santoso (43) mengaku, permintaan daging memang cenderung meningkat jelang lebaran.

Sehingga dirinya harus meningkatkan jumlah stok daging di lapaknya. Dari semula satu ekor sapi per hari, mendekati lebaran bertambah jadi 2 ekor.

"Alhamdulilah selalu habis. Karena memang permintaan meroket di masyarakat," ujarnya.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Bahrullah

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV