SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Cetak Lulusan SIAP KERJA, Gamelab Buka Peluang Kerja Sama Kelas Industri SMK di Banyuwangi

Redaksi - 08 September 2023 | 22:09 - Dibaca 2.42k kali
Advertorial Cetak Lulusan SIAP KERJA, Gamelab Buka Peluang Kerja Sama Kelas Industri SMK di Banyuwangi
Siswa-siswi SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi menjadi SMK Binaan Gamela (Foto : istimewa)

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id - Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih mendominasi Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) yang dirilis pada Februari 2023.

Sebagai informasi, TPT merupakan indikator yang digunakan untuk mengukur berapa banyak tenaga kerja di Indonesia yang tidak terserap oleh pasar kerja.

Data BPS Februari 2023 menunjukkan TPT tamatan SMK mencapai 9,60 persen. Ini masih merupakan yang paling tinggi dibanding lulusan jenjang pendidikan lainnya.

Meski terjadi penurunan TPT pada kategori pendidikan SMK sebesar 0,78 persen dibanding data Februari 2022, namun ada indikasi yang menunjukkan bahwa lulusan SMA dan SMK tidak menyerap penawaran tenaga kerja. Produktivitas Tenaga Kerja justru didominasi oleh tamatan Sekolah Dasar (SD) ke bawah, yakni sebesar 39,76 persen per Februari 2023.

Tentu saja, hal tersebut tidak sesuai dengan tujuan pendidikan SMK untuk membentuk lulusan yang siap terjun ke dunia kerja, dipekerjakan, atau berwiraswasta seperti yang disampaikan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) melalui laman resminya.

Berangkat dari kekhawatiran tersebut, Gamelab menunjukkan komitmennya untuk menjadi lembaga yang siap membantu memenuhi percepatan dan peningkatan kompetensi siswa melalui Kelas Industri dalam program SMK Binaan.

Satu diantara SMK di Banyuwangi yang telah bekerja sama dalam Kelas Industri adalah SMK Muhammadiyah 8 Siliragung Banyuwangi. Peluang kerja sama Kelas Industri ini juga dibuka untuk sekolah-sekolah kejuruan lain di Banyuwangi demi mencetak lulusan yang kompeten dan siap terjun ke pasar kerja.

Kelas Industri SMK Binaan Gamelab


Sebagai upaya mencetak lulusan SMK berdaya saing, pendidikan vokasi di Indonesia melakukan beragam upaya demi meningkatkan keterampilan lulusannya, termasuk melalui program kerja sama antara intansi pendidikan dan industri.

Gamelab sebagai industri di bawah PT Educa Sisfomedia Indonesia yang beraliansi dengan Educa Studio, bergerak di bidang teknologi dan digital kreatif, membuka peluang kerja sama dengan SMK dalam program SMK Binaan untuk mengadakan Kelas Industri.

Kelas Industri dalam SMK Binaan adalah kelas khusus yang dibentuk berdasarkan kesepakatan antara SMK dan industri demi mewujudkan siswa-siswi yang kompeten, terampil, berdaya saing, dan sesuai dengan kebutuhan industri.

Program SMK Binaan Gamelab berkomitmen mewujudkan lulusan SMK yang siap kerja siap berwirausaha. Sebagi industri, SMK Binaan Gamelab memiliki tiga tujuan utama, yaitu:

● Meningkatkan kualitas SMK

● Mendekatkan SMK dan Industri

● Meningkatkan kualitas lulusan SMK.

Sinkronisasi Kurikulum Kelas Industri Gamelab


Masalah pendidikan yang hingga kini pelik dihadapi oleh SMK adalah bahwa lulusan mereka kurang maksimal diterima di dunia kerja. 

Satu di antara penyebabnya, karena sekolah kurang bisa mengakomodasi kompetensi-kompetensi yang dibutuhkan oleh dunia usaha/dunia industri (DU/DI). Karenanya, program Kelas Industri melakukan tahapan sinkronisasi kurikulum usai kesepakatan dengan sekolah terjalin. 

Sinkronisasi kurikulum sendiri merupakan proses menyamakan standar kualitas pendidikan antara sekolah dan industri agar mencapai tujuan yang sama dalam pendidikan. Kurikulum yang telah disinkronisasi nantinya akan digunakan dalam pembelajaran di Kelas Industri. 

Industri akan menyediakan trainer/instruktur profesional sesuai dengan kompetensi dan jurusan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Kelas Industri ini juga merupakan bagian dari upaya untuk mencetak lulusan SMK sebagai sumber daya manusia (SDM) berkualitas melalui diciptakannya iklim belajar baru yang turut menjamin mutu pendidikan siswa.

Manfaat Kelas Industri Gamelab