SUARA INDONESIA
Banner

Menteri Perhubungan Apresiasi Penyebrangan Banyuwangi-Lombok

BANYUWANGI- Menteri Perhubungan (Menhub) RI Budi Karya Sumadi meninjau aktivitas di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi, Sabtu (24/4/2021).

Didampingi Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, Menhub Budi mengapresiasi penyeberangan Banyuwangi menuju Lombok yang baru dibuka Desember lalu.

Diketahui rute perjalanan tersebut berangkat dari Pelabuhan Ketapang menuju Pelabuhan Lembar, Lombok menggunakan kapal jenis Roll-on/Roll-off atau Ro-Ro.

"Saya senang melihat ada satu pergerakan dari Banyuwangi menuju Lembar, Lombok dan sebaliknya. Ini menjadi suatu cita-cita pemerintah bahkan arahan Presiden, bahwa RoRo ini dikembangkan pada satu fungsi yang lebih efektif," ucapnya kepada media.

Menurutnya pergerakan pengiriman barang tidak hanya dari jawa ke suatu pulau seperti Bali saja. Namun juga ke Lombok, Sumbawa, serta pulau-pulau yang lain.

"Nah dalam beberapa bulan terakhir ini apa yang kita rencanakan, tadinya hanya dari Surabaya menuju Lembar sekarang sudah meningkat dari Banyuwangi menuju Lembar," terang Budi.

Adanya terobosan atau lintasan baru ini, lanjut Budi, membuktikan korelasi antara Banyuwangi dengan Lombok semakin baik.

"Ini juga membawa manfaat menjadi lebih murah cost (biaya) nya. Bayangkan kalau ke Bali mereka naik kapal dari Banyuwangi, terus naik kapal lagi menuju Lombok, pasti lebih mahal. Selain lagi di Bali juga membuat kemacetan yang tidak perlu," katanya.

Selain itu, Menhub Budi juga menekankan pada pihak ASDP Ketapang untuk melakukan testing kesehatan Covid-19 bagi setiap masyarakat yang mau menyeberang.

"Apakah ipu PCR, Antigen, maupun GeNose C19. Oleh karenanya ini butuh bahu-membahu sejumlah stakeholder, KKP dari kesehatan," tandasnya.

Sebelum meninjau ASDP Ketapang, Menhub Budi Mendarat di Bandara Banyuwangi. Menhub Budi bersama Bupati Ipuk dan Dirut PT Angkasa Pura II, M. Awaluddin langsung melihat kesiapan di bandara tersebut dalam menggunakan GeNose C19 sebagai syarat penerbangan.

Mereka langsung menuju lokasi pelaksanaan tes GeNose C19. Sejumlah penumpang terlihat antri untuk melakukan tes deteksi covid-19 karya UGM tersebut.

“Saya mengapresiasi Angkasa Pura II sebagai pengelola Bandara Banyuwangi yang mulai menyiapkan GeNose C19. Ini bandara ke-9 di bawah AP II yang melakukan deteksi covid-19 dengan GeNose C19,” kata Budi.

Menurut Budi, apa yang dilakukan AP II menunjukkan keseriusan mendukung pemerintah dalam pencegahan virus corona.

“GeNose C19 adalah produk anak bangsa, perlu kita dukung. Tadi saya juga lihat operatornya anak Banyuwangi asli. Dia pelajari itu, dan tentu ini memberikan suatu keahlian baru. Saya apresiasi, apalagi Ibu Bupati mendukung alat ini. Katanya, kalau bisa lebih cepat lebih baik. Semoga ini semua bermanfaat untuk bangsa,” ujar Budi.

Dalam kesempatan itu, Budi juga memuji Bandara Banyuwangi. Tidak hanya arsitekturnya yang hijau dan unik, namun Budi juga mengapresiasi pembangunan bandara yang didanai APBD, bukan APBN.

“Hari ini di Banyuwangi kita bisa bertemu di bandara yang cantik dan ecofriendly. Bandara ini menjadi contoh suatu kabupaten yang bisa membangun sendiri dan sekarang sudah berfungsi dengan baik,” pujinya.

“Perlu kita sampaikan karena kemandirian serta partisipasi dari pemda itu sangat penting. Sudah mandiri, desainnya bagus, cantik lagi. Saya minta tolong kepada Ibu Bupati yang baru menjadikan ini sebagai legacy Banyuwangi, serta sebagai contoh bagi kabupaten lain bahwa membangun itu tidak harus dari APBN,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Ipuk menyatakan siap mendukung upaya penggunaan tes deteksi Covid-19 untuk penumpang kapal maupun udara dengan menggunakan Genose. “Kami siap berkolaborasi dengan ASDP maupun pihak Angkasa Pura II,” ujarnya.

Ipuk juga berkomitmen terus mengembangkan Bandara Banyuwangi. “Bandara Banyuwangi menunjukkan bagaimana arsitektur berbasis kearifan lokal bisa beriringan dengan upaya membangun ekonomi daerah melalui aksesibilitas jalur udara,” ujar bupati perempuan tersebut. (Na2ng)

Apa Reaksi Anda?