SUARA INDONESIA
Banner

Pesona Pantai Cemara Banyuwangi, Spot Foto Instagramable Sembari Melepas Tukik, Penasaran?

BANYUWANGI- Deretan sejumlah Pantai di Kabupaten Banyuwangi memang menawan dengan ciri khas masing-masing. Tidak bosan rasanya menyusuri satu demi satu pantai di sana. 

Salah satu pantai yang tak kalah bagusnya yakni Pantai Cemara. Pantai ini dikenal dengan salah satu kawasan penangkaran dan pengembangbiakan penyu.

Kawasan wisata pantai ini terletak di Banyuwangi kota tepatnya di Dusun Rowo, Desa Pakis, Kecamatan Banyuwangi. Lokasi ini berjarak tiga kilometer dari pusat kota Banyuwangi.

Tempat ini memang menjadi salah satu lokasi favorit wisatawan untuk berfoto atau berselfi ria. Masuk ke arah pantai, pengunjung disuguhi keindahan cemara udang dan cemara laut menjulang tinggi. Jumlahnya sekitar 19.000 pohon cemara tumbuh berderet di pantai ini.

Bersantai di Pantai Cemara Banyuwangi. (Foto: banyuwangibagus.com).

Lokasi wisata Pantai Cemara ini biasanya digunakan sebagai tempat untuk bersantai maupun berteduh oleh pengunjung serta dijadikan sebagai spot foto yang menarik. Jika musim kemarau tiba, saat ranting dan daun berguguran serasa liburan di Jepang kala musim gugur.

Saking banyak dan rimbunnya pepohonan cemara dengan jarak teratur berdekatan, membuat suasana menjadi lebih rindang serta sejuk. Berfoto dengan latar belakang pepohonan cemara menjadi incaran pemburu foto kekinian. Hasilnya memang sangat indah luar biasa dengan sentuhan suasana nan eksotis.

Spot foto kekinian. (Sumber: yukbanyuwangi).

Wilayah ini dikenal menjadi tempat konservasi penyu, Seluas empat hektar dari total sepuluh hektar lahan dialokasikan menjadi zona inti, atau tempat penangkaran penyu semi alami.


Penyu yang sering mampir ke pantai ini adalah penyu jenis Lekang. Biasanya mereka akan berlabuh dan bertelur pada bulan Maret sampai Agustus. Namun puncaknya jatuh ada bulan Juni, dimana hampir tiap malam ada penyu yang datang untuk bertelur.

Selanjutnya dipindah ke penangkaran, sekitar 50 hari akan menetas. Kemudian tukik dipindah ke bak agar lebih besar. Setelah umur empat hari hingga seminggu dilepas ke pantai. Wisatawan memperoleh kesempatan berpartisipasi melepasnya.


Untuk masuk ke wisata pantai ini juga sangat murah, wisatawan hanya dikenakan tiket Rp 2.000, sudah biasa menikmati keindahan pantai cemara sembari mengabadikan momen dengan berfoto.

Soal makanan pengunjung tak perlu khawatir, di kawasan pantai ini sudah tersedia deretan warung makanan dan minuman yang didirikan warga setempat. Warung-warung ini menjual makanan dan minuman khas Banyuwangi, juga makanan instan yang murah meriah. Area parkir juga tersedia walaupun tidak terlalu luas. Musholla serta kamar mandi juga ada di area ini.

Lokasi wisata ini juga sangat terjangkau. Dari pusat kota Banyuwangi, wisatawan dapat memulai perjalanan dari Hotel Santika. Masuk ke gang sebelah Hotel Santika, menuju ke arah timur, lalu lurus. Sampai di pertigaan, lalu ambil belokan ke kanan menuju area persawahan. Lurus terus hingga menemukan pertigaan dengan papan penunjuk jalan menuju Pantai Cemara.

Ikuti papan penunjuk jalan tersebut hingga sampai ke pantai. Sampai dengan saat ini, pantai ini hanya bisa diakses oleh motor dan mobil kecil. Hal ini dikarenakan kondisi jalan yang tidak terlalu bagus dan rute yang melewati persawahan juga pemukiman warga.

Selain itu, pengelola juga memperbolehkan camping ground. Tidak perlu khawatir, pengelola warung makan siap diorder untuk memenuhi kebutuhan mereka yang menginap di tepi pantai tersebut.

Wisata ini juga buka setiap hari, sehingga wisatawan bisa kapan saja mengunjungi Pantai Cemara. Pengelola wisata selain menyediakan konservasi penyu, pihaknya juga melakukan konservasi dan pembibitan mangrove.

Selain wisatawan, pelajar maupun mahasiswa juga bisa datang untuk belajar tata cara penangkaran dan pembesaran penyu yang benar. (*)

Apa Reaksi Anda?