SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Jumlah pemudik yang menyeberang dari Pelabuhan Ketapang ke Gilimanuk dan sebaliknya terus mengalami peningkatan signifikan menjelang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2025. Tren ini terlihat sejak 21 Maret.
General Manager ASDP Ketapang, Yani Andriyanto mengatakan jika hingga hari ini saja terdapat 5.200 kendaraan yang melintas dari Jawa menuju Bali.
“Jumlah ini meningkat sekitar 14 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu,” kata Yani, Selasa (25/3/2025).
Peningkatan sangat signifikan terjadi dari arah Bali ke Jawa, ASDP mencatat ada sekitar 54 persen kenaikan dibandingkan tahun lalu.
Lonjakan kendaraan dari Bali menuju Jawa terjadi karena banyak pemudik yang menghindari puncak arus mudik saat Nyepi. Sebanyak 16 ribu kendaraan tercatat menyeberang sejak kemarin.
“Hal ini karena kami mengkampanyekan mudik lebih awal, dan cukup efektif,” kata Yani.
Puncak arus mudik tetap diprediksi terjadi pada 26 hingga 28 Maret. Setelah itu, lalu lintas penyeberangan diperkirakan lebih landai.
Peningkatan jumlah pemudik juga dipengaruhi oleh pola perjalanan yang berubah. Banyak pemudik, khususnya pengendara roda dua, lebih memilih menyeberang pada malam hingga dini hari.
“Pemudik roda dua cenderung memilih perjalanan malam agar terhindar dari panas. Siang hari justru lebih lengang,” jelasnya.
Mengantisipasi lonjakan arus balik, ASDP Ketapang menyiapkan buffer zone di beberapa titik seperti Grand Watudodol, Terminal Sritanjung, dan Banyuwangi Beach.
“Buffer zone disiapkan agar kendaraan yang belum bertiket bisa menunggu di tempat nyaman. Ini juga untuk mencegah stagnasi di pelabuhan,” tambahnya.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi