SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Wakil Ketua DPRD Banyuwangi Ruliyono menyoroti pemadaman listrik yang terjadi di sejumlah wilayah Banyuwangi dalam beberapa hari terakhir dan dikeluhkan masyarakat.
Menurut Ruliyono, pemadaman listrik yang berlangsung berulang tidak hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berdampak langsung terhadap kegiatan ekonomi masyarakat.
"Pemadaman listrik tentu berpengaruh terhadap berbagai aktivitas warga. Apalagi banyak pelaku usaha yang sangat bergantung pada pasokan listrik yang stabil," kata Ruliyono, Kamis (11/6/2026).
Ia mencontohkan sejumlah peternak dan penghobi ikan koi yang menggunakan perangkat aerator serta sirkulasi air berbasis listrik mengalami kerugian akibat padamnya aliran listrik.
"Beberapa kolam ikan koi membutuhkan suplai oksigen dan sirkulasi air secara terus-menerus. Ketika listrik padam cukup lama, risiko kematian ikan menjadi tinggi," ujarnya.
Selain itu, kata Ruliyono, pelaku usaha mikro seperti pembuat kue dan makanan juga terdampak karena proses produksi banyak menggunakan peralatan berbasis listrik.
"Usaha roti, kue, hingga makanan olahan sangat bergantung pada mixer, oven, dan peralatan listrik lainnya. Pemadaman membuat produksi terhambat bahkan berpotensi menimbulkan kerugian," katanya.
Ruliyono memahami pemeliharaan jaringan listrik merupakan kebutuhan untuk menjaga keandalan pasokan listrik. Namun pelaksanaannya harus memperhatikan dampak terhadap masyarakat.
Ia meminta PLN meningkatkan sosialisasi kepada warga sebelum pemadaman dilakukan agar masyarakat dan pelaku usaha dapat melakukan langkah antisipasi lebih awal.
"Kami berharap informasi pemadaman disampaikan lebih luas dan lebih cepat. Dengan begitu masyarakat bisa menyiapkan kebutuhan usahanya maupun aktivitas sehari-hari," ujar Ruliyono.
Ruliyono juga meminta PLN mempercepat proses pemeliharaan jaringan sehingga durasi pemadaman dapat ditekan dan pelayanan kepada masyarakat tetap optimal.
"Keandalan listrik sangat penting bagi masyarakat dan dunia usaha. Karena itu kami berharap gangguan maupun pemadaman terencana bisa diminimalkan ke depannya," pungkasnya. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi