SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Viral Video Aksi Klitih di Banyuwangi, Polisi Pastikan Itu Hoaks

Muhammad Nurul Yaqin - 07 November 2023 | 17:11 - Dibaca 1.88k kali
Peristiwa Viral Video Aksi Klitih di Banyuwangi, Polisi Pastikan Itu Hoaks
Beredar video klitih di Srono, Banyuwangi. Polisi pastikan video tersebut hoaks. (Foto: Istimewa).

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id - Beredar video dugaan klitih di Kecamatan Srono, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur. Video yang viral di media sosial ini ternyata hoaks.

Hal itu dipertegas oleh Kapolsek Srono AKP Junaedi. "Dugaan klitih yang ada di video tersebut adalah hoaks," ungkapnya saat dikonfirmasi, Selasa (07/11/2023).

Video yang beredar di medsos, berisi seorang remaja ditangkap massa. Video tersebut digandengkan dengan video lain yang menggambarkan beberapa sepeda motor saling berkejaran.

Peristiwa itu dideskripsikan sebagai aksi yang diduga klitih dan terjadi di Kecamatan Srono. Video kemudian viral dan mendapat berbagai respons dari netizen.

Junaedi berkata, video yang berisi beberapa remaja kejar-kejaran memang terjadi di Kecamatan Srono. Namun, video yang menggambarkan seseorang yang diduga pelaku klitih ditangkap warga bukan terjadi di Banyuwangi.

Junaedi menjelaskan, pihaknya langsung mendatangi lokasi video usai video tersebut viral. "Saya sudah ke rumah warga sekitar yang melihat langsung," katanya.

Menurut informasi yang dihimpun kepolisian, video remaja berkejaran sepeda motor terjadi pada Minggu, 05 November 2023, dini hari.

"Itu ada anak bertengkar. Sepeda motoran berkejar-kejaran. Ada salah satu (remaja) yang membawa senjata tajam. Akhirnya dihadang oleh warga sekitar," kata Junaedi.

Setelah dihadang warga, mereka pun pergi meninggalkan lokasi. Sementara soal video lain yang beredar, yakni penangkapan orang yang diduga pelaku klitih bukanlah kejadian di Banyuwangi.

Hasil penelusuran polisi, video tersebut adalah kejadian di Sidoarjo. Video itu, kata dia, tak ada kaitannya dengan video lainnya yang tempat kejadian perkaranya berada di Srono.

"Jadi video tersebut tidak ada kaitannya," tambahnya.

Hingga saat ini, polisi tidak menerima laporan terkait kejadian tersebut. Polisi juga masih mendalaminya.

Junaedi mengimbau masyarakat agar tak mudah percaya dengan informasi yang beredar di media sosial. Pihaknya juga meminta netizen tak mudah menyebarkan informasi yang belum diketahui kebenarannya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya