SUARA INDONESIA
Banner

Potret Gedung DPRD Banyuwangi Usai di Demo Ribuan Massa Tolak UU Cipta Kerja

BANYUWANGI - Sekitar pukul 12.50 WIB para demonstran mulai meninggalkan kawasan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi usai aksi menolak Omnibus Law atau Undang-Undang Cipta Kerja, Senin (12/10/2020).

Aksi ribuan massa tersebut berakhir damai dan tertib. Personel gabungan TNI dan Polri yang bertugas menjaga keamanan di lokasi tersebut juga terlihat sudah mulai istirahat.

Meski aksi demonstrasi yang sempat diwarnai sedikit kericuhan dengan merusak kawat berduri, melempar botol plastik, memanjat pagar DPRD, serta memaksa masuk dengan mendorong gerbang masih dapat diredam oleh aparat yang bertugas.

Namun, akibat dari demo tersebut menyisakan sampah yang berserakan. Mulai dari sampah plastik, poster, spanduk, dan lainnya.

Pantauan Suara Indonesia di lapangan, sampah terlihat berserakan di jalan raya depan Gedung DPRD Banyuwangi. Kawat berduri yang dipasang oleh polisi juga terlihat rusak hampir keseluruhan.

Sementara di halaman gedung DPRD Banyuwangi, sejumlah botol plastik juga berserakan. Para demonstran juga meninggalkan spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka di pagar.

Spanduk yang ditinggalkan peserta aksi di pagar DPRD Banyuwangi.

Saat massa meninggalkan pusat demo, tim petugas kebersihan juga langsung membersihkan sampah yang berserakan di area tersebut.

Sedangkan arus lalu lintas di depan Gedung DPRD Banyuwangi juga kembali normal. Sejak pukul 13.20 WIB, kendaraan sudah diperbolehkan melewati jalur tersebut.

Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifudin mengatakan ada 1.150 personil yang diterjunkan untuk mengamankan aksi tersebut.

Berkat penanganan secara humanis, pihaknya bisa menenangkan massa dan secara perlahan massa meninggalkan gedung DPRD dengan sendirinya.

"Ada beberapa kelompok pengunjuk rasa kita tangani dengan humanis, alhamdulilah massa berangsung-angsur meninggalkan gedung DPRD," jelasnya. (*)

Apa Reaksi Anda?