SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Kinerja ekonomi Banyuwangi sepanjang 2025 menunjukkan tren positif. Laju pertumbuhan tercatat melampaui capaian Jawa Timur maupun nasional.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pertumbuhan ekonomi Banyuwangi mencapai 5,65 persen. Angka ini lebih tinggi dibanding Jawa Timur sebesar 5,33 persen dan nasional 5,11 persen.
Kepala BPS Banyuwangi, Abdus Salam, menyebut capaian tersebut didorong oleh kinerja seluruh sektor usaha yang bergerak serentak.
“Pada 2025 perekonomian Banyuwangi tumbuh dengan baik yang ditopang oleh pertumbuhan semua sektor usaha,” kata Abdus, Rabu (8/4/2026).
Ia menjelaskan, sektor jasa menjadi yang paling tinggi pertumbuhannya. Pariwisata mencatat kenaikan hingga 8,64 persen, disusul transportasi dan pergudangan sebesar 8,4 persen.
Peningkatan ini tidak lepas dari naiknya jumlah kunjungan wisatawan. Baik wisatawan domestik maupun mancanegara mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun.
“Sektor pariwisata tumbuh paling tinggi seiring meningkatnya kunjungan wisatawan hingga 8,26 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.
Selain sektor jasa, struktur ekonomi Banyuwangi masih ditopang sektor utama seperti pertanian, perdagangan, dan konstruksi.
Pertanian bahkan tetap menjadi penyumbang terbesar. Sektor ini tumbuh 4,36 persen, ditandai dengan peningkatan produksi gabah kering giling hingga 15,83 persen.
Tak hanya itu, realisasi investasi juga mengalami kenaikan. Baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN) tumbuh sepanjang 2025.
“Tidak ada sektor lapangan usaha yang mengalami kontraksi, semuanya tumbuh,” tegas Abdus.
Ketua HIPMI Banyuwangi, Ferdy Elfian, menilai capaian tersebut tidak terlepas dari arah kebijakan yang tepat dari pemerintah daerah.
“Kebijakan Bupati Ipuk menjadikan pariwisata sebagai penggerak utama ekonomi daerah sangat tepat,” ujarnya.
Menurut Ferdy, pendekatan pariwisata berbasis komunitas seperti desa wisata terbukti mendorong keterlibatan masyarakat secara luas, khususnya generasi muda.
“Banyak anak muda desa kini bergerak di sektor pariwisata. Dampaknya ekonomi kreatif ikut berkembang,” tambahnya.
Ia juga menyoroti perhatian pemerintah daerah pada sektor pertanian. Program seperti Jagoan Tani dinilai mampu menarik minat generasi muda.
“Saat ini makin banyak anak muda yang tertarik ke sektor pertanian dan turunannya,” pungkas Ferdy. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi