SUARA INDONESIA BANYUWANGI

PNM Bangun Ruang Literasi di Rinca, Dorong Semangat Belajar Anak Pesisir NTT

Muhammad Nurul Yaqin - 03 June 2026 | 18:06
Pendidikan PNM Bangun Ruang Literasi di Rinca, Dorong Semangat Belajar Anak Pesisir NTT
Anak-anak Pulau Rinca memanfaatkan Ruang Pintar Pojok Baca yang dihadirkan PNM untuk membaca dan belajar bersama. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, NTT – Akses pendidikan dan literasi masih menjadi tantangan bagi sebagian anak-anak yang tinggal di wilayah kepulauan terpencil di Nusa Tenggara Timur (NTT), termasuk di Pulau Rinca. Kondisi geografis yang terpisah oleh lautan serta keterbatasan fasilitas belajar membuat kesempatan anak-anak untuk memperoleh bahan bacaan dan ruang belajar yang memadai belum merata.

Mayoritas masyarakat Pulau Rinca menggantungkan hidup dari sektor kelautan. Kesibukan mencari nafkah sebagai nelayan maupun pekerja harian membuat kebutuhan pendidikan nonformal dan literasi kerap menghadapi berbagai keterbatasan.

Meski demikian, semangat belajar anak-anak di pulau tersebut tetap tinggi. Mereka terus bersekolah dan memanfaatkan berbagai ruang yang tersedia untuk membaca serta belajar bersama teman-teman sebaya.

Melihat kondisi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) menghadirkan program Ruang Pintar Pojok Baca Rinca sebagai upaya mendukung peningkatan literasi anak-anak di kawasan pesisir.

Program ini tidak hanya menyediakan koleksi buku bacaan, tetapi juga menghadirkan ruang belajar yang dirancang lebih nyaman sehingga dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar dan berinteraksi.

Pengembangan ruang literasi tersebut dilakukan bersama tokoh muda setempat, Irka, yang selama ini aktif menggerakkan kegiatan literasi di desanya. Keterlibatan masyarakat lokal dinilai penting agar program dapat berjalan sesuai kebutuhan anak-anak di wilayah tersebut.

Irka mengatakan, kehadiran PNM membawa perhatian lebih luas terhadap kebutuhan pendidikan masyarakat Pulau Rinca yang selama ini lebih dikenal karena potensi wisatanya.

"Yang saya lihat, PNM datang bukan hanya untuk memberikan pembiayaan kepada ibu-ibu atau membantu usaha masyarakat di sini. Tapi mereka juga memikirkan anak-anaknya. Itu yang menurut saya berbeda, karena pendidikan dan literasi anak-anak di pulau seperti Rinca juga perlu diperhatikan," ujarnya.

Menurut Irka, anak-anak menyambut antusias saat ruang baca mulai dilengkapi berbagai buku baru dan sarana belajar yang lebih memadai. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi pengalaman baru bagi sebagian anak yang sebelumnya memiliki akses terbatas terhadap bahan bacaan.

Ia menuturkan, anak-anak di Pulau Rinca memiliki rasa ingin tahu yang besar dan membutuhkan ruang yang dapat mendukung proses belajar secara menyenangkan.

"Anak-anak di sini sebenarnya punya rasa ingin tahu yang besar. Ketika ada tempat belajar yang dibuat nyaman dan menyenangkan, mereka senang sekali datang, membaca, bahkan sekadar berkumpul untuk belajar bersama. Bantuan dari PNM ini membuat mereka punya ruang baru untuk bermimpi," katanya.

Ruang Pintar Pojok Baca Rinca kini menjadi tempat anak-anak membaca, berdiskusi, bermain edukatif, serta memperluas wawasan melalui berbagai buku pengetahuan dan cerita bergambar yang tersedia.

Program tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya literasi di daerah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T), sekaligus membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengenal lebih banyak pilihan cita-cita dan masa depan yang lebih baik. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV