SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Pencarian Orang Hanyut di Banyuwangi Nihil, SAR Gabungan Terkendala Derasnya Arus dan Cuaca

Muhammad Nurul Yaqin - 06 December 2025 | 20:12
News Pencarian Orang Hanyut di Banyuwangi Nihil, SAR Gabungan Terkendala Derasnya Arus dan Cuaca
Proses pencarian orang hanyut di Sungai Badeng, Songgon, Banyuwangi, Sabtu (6/12/2025). (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Upaya pencarian terhadap Ponirin (50), warga Desa Sumberbulu, Kecamatan Songgon, yang hanyut di Sungai Badeng, terus dilakukan tim SAR gabungan.

Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Ketapang, Wahyu Setya Budi, menyampaikan bahwa pencarian hari kedua, Sabtu (6/12/2025), masih belum menemukan tanda keberadaan korban.

“Untuk pencarian hari ini masih nihil,” ujar Wahyu menjelaskan perkembangan operasi.

Tim SAR melakukan penyisiran menelusuri aliran sungai menggunakan perahu karet, ban, dan jalur darat.

Menurut Wahyu, area pencarian diperluas dengan menyisir jarak sekitar tiga hingga empat kilometer dari titik awal korban dilaporkan hilang.

Kondisi air Sungai Badeng masih tinggi sehingga membuat proses pencarian terhambat dan membutuhkan kewaspadaan ekstra dari seluruh petugas.

“Untuk kendala arus masih deras dan hujan. Pencarian akan dilanjutkan besok,” kata Wahyu.

Diberitakan sebelumnya, Ponirin (50) dilaporkan hanyut saat bekerja memecah batu di aliran Sungai Badeng, Jumat (5/12/2025).

Kapolsek Songgon, AKP Pudji Wahyono, menjelaskan bahwa kejadian tersebut pertama kali dilaporkan oleh seorang warga bernama Aji (25), yang saat itu sedang mencari rumput di sekitar lokasi.

“Warga melihat korban dalam kondisi terjebak di tengah sungai dan tersangkut pada bebatuan. Saat itu debit air sedang tinggi,” ujar Pudji.

Aji sempat meminta bantuan warga dengan meminjam tali. Namun ketika kembali ke titik awal, Ponirin sudah tidak tampak. Kondisi air yang keruh dan arus yang deras membuat warga sulit melakukan pertolongan.

Warga kemudian melaporkan kejadian itu kepada pihak kepolisian. Upaya pencarian sempat dilakukan secara manual oleh warga, namun tidak membuahkan hasil.

“Air Sungai Badeng masih besar dan berwarna kecoklatan. Hal ini cukup menyulitkan proses penyisiran,” tambah Pudji. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV