SUARA INDONESIA, MALANG – Barisan Muda Kosgoro 1957 (BMK 57) Jawa Timur menginisiasi Forum Group Discussion (FGD) bertema “Regulasi Gesit, Bisnis Melesat! Sinergi Legislatif dan Anak Muda Jawa Timur, Khususnya Kota Malang”, Kamis 13 November 2025.
FGD menghadirkan dua pemateri, yakni Anggota DPRD Jatim M. Hadi Setiawan dan Anggota DPRD Kota Malang Tinik Wijayanti, serta mempertemukan berbagai asosiasi pelaku usaha dengan unsur legislatif dalam satu ruang dialog konstruktif.
FGD tersebut melibatkan lebih dari seratus peserta dari organisasi ekonomi seperti HIPMI, HIPPI, IIBF, AITTA Jatim, serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah kampus di Kota Malang. Forum ini menjadi ruang kolaborasi untuk membahas tantangan dan peluang ekonomi daerah.
Ketua DPD BMK 57 Jawa Timur Ade Mohammad Rizki mengatakan bahwa forum ini lahir dari aspirasi pelaku UMKM dan anak muda yang membutuhkan ruang dialog terbuka dengan para pembuat kebijakan. Menurutnya, kondisi ekonomi yang dinamis harus dijawab dengan regulasi yang adaptif.
“Kami di BMK57 ingin menjadi jembatan antara pelaku usaha dan pemangku kebijakan. Sinergi seperti ini penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi Jawa Timur,” ujar kader muda Partai Golkar ini.
Ade menambahkan bahwa kehadiran berbagai komunitas dan mahasiswa menunjukkan antusiasme generasi muda untuk terlibat dalam pembahasan ekonomi daerah. Tidak hanya memberi masukan, mereka juga aktif menawarkan solusi pada setiap sesi dialog.
Sementara itu, Anggota DPRD Jawa Timur M. Hadi Setiawan, yang hadir sebagai pemateri, memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan FGD ini. Ia menilai forum semacam ini sangat dibutuhkan karena menghadirkan diskusi yang jujur dan fokus pada kemajuan ekonomi daerah.
“Forum ini sangat baik dan perlu dibuat lagi. Kalau perlu, BMK57 mendatangkan anggota DPR RI agar ruang dialognya makin kuat. Pesertanya murni membicarakan dan memberi usulan untuk kemajuan ekonomi,” kata legislator yang juga Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Jatim itu. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi