SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Kondisi Siswa SMP Korban Perundungan di Banyuwangi Membaik Pascaoperasi

Muhammad Nurul Yaqin - 16 October 2023 | 20:10 - Dibaca 815 kali
News Kondisi Siswa SMP Korban Perundungan di Banyuwangi Membaik Pascaoperasi
Kondisi R (13), siswa SMP korban perundungan di Banyuwangi, Jawa Timur, mulai membaik. (Foto: Istimewa)

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id - Kondisi R (13), siswa SMP korban perundungan di Banyuwangi, Jawa Timur, mulai membaik.

Korban telah menjalani operasi di RSUD Blambangan, Senin (16/10/2023), karena mengalami patah tulang di bagian pergelangan tangan kirinya.

Kepala Tim Perawat di Ruang Bedah Kecelakaan Agung Wilis RSUD Blambangan, Arif Dian Perdana mengatakan, korban baru keluar dari ruang operasi sekitar pukul 12.30 WIB.

Keadaan korban pascaoperasi dalam keadaan baik dan sudah sadarkan diri. "Sekarang sudah dalam keadaan sadar penuh, sudah mulai makan, keadaannya bagus, tinggal masa pemulihan saja," bebernya.

Arif mengatakan, ditemukan patah tulang di pergelangan tangan kiri korban sesuai dengan hasil visum dan rontgen.

Selain itu, terdapat luka di pelipis sebelah kiri, luka lebam sekitar 2x2 cm dan terdapat luka lecet 2x1 cm di bagian dahinya.

"Pemulihan untuk normalnya pasien seperti ini antara tiga hari sudah diperbolehkan pulang dan dilanjutkan rawat jalan," sambung Arif.

Ia menegaskan, untuk persoalan pembiayaan pihak keluarga tidak perlu khawatir karena sudah ada yang menanggung.

"Arahan dari pimpinan demikian. Sudah ada yang membiayai rawat inap, serta biaya operasi korban," tegas Arif.

Diberitakan sebelumnya, kasus perundungan di sekolah kembali mencuat ke permukaan dengan kejadian tragis yang menimpa seorang siswa SMP.

Seorang siswa berusia 13 tahun di Banyuwangi, Jawa Timur, mengalami penganiayaan yang begitu brutal hingga mengalami retak tulang.

Insiden tersebut terjadi di SMPN 4 Banyuwangi. Korban diketahui berinisial R, menjadi sasaran utama perundungan dari teman sekolahnya. Peristiwa ini terjadi pada Jumat, 13 Oktober 2023.

Ibu korban KY (43) menceritakan, R diduga dianiaya sebanyak dua kali. Pertama di lingkungan sekolah dan kedua di luar sekolah. Terduga pelaku utama dalam perundungan tersebut diketahui berinisial B, teman seangkatan.

Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka parah dan harus menjalani perawatan intensif di RSUD Blambangan.

Hasil pemeriksaan medis, korban awalnya mengalami retak tulang di tangan kiri, setelah diperiksa kembali pergelangan tangan kiri korban ternyata patah. Lalu, sejumlah luka lain di beberapa bagian tubuh.

Insiden tersebut telah dilaporkan ke Polresta Banyuwangi dan masih dilakukan penanganan lebih lanjut oleh kepolisian. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya