SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Operasi Pasar hingga Desa, Banyuwangi Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali

Muhammad Nurul Yaqin - 17 September 2025 | 22:09
Ekbis Operasi Pasar hingga Desa, Banyuwangi Pastikan Harga Pangan Tetap Terkendali
Warga antusias berbelanja kebutuhan pokok dengan harga murah dalam operasi pasar di Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus menggencarkan operasi pasar murah untuk menjaga harga bahan pokok tetap stabil. Tidak hanya di kota, program ini kini menyentuh desa-desa agar masyarakat lebih mudah menjangkau kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dengan Perum Bulog, Bank Indonesia (BI) Jember, dan para pelaku usaha lokal.

“Lokasinya digilir di berbagai kecamatan hingga desa agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Seperti operasi pasar yang berlangsung di Balai Desa Gintangan, Kecamatan Blimbingsari, Rabu (17/9/2025), ratusan warga tampak antusias membeli kebutuhan rumah tangga. 

Kegiatan ini digelar selama tiga hari, 15-17 September, oleh Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskop UMP) Banyuwangi bersama mitra.

Kepala Diskop UMP Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menambahkan operasi pasar dilaksanakan dengan dua skema. Pertama, operasi mandiri bersama Bulog yang berlangsung setiap hari. Kedua, operasi gabungan bersama BI Jember yang digelar bulanan selama tiga hingga empat hari.

“Tujuannya jelas, harga tetap stabil dan ketersediaan pangan terjaga,” kata Nanin.

Ia menambahkan, bahkan warga meminta agar pasar murah diperpanjang sehari di Desa Gintangan, khusus untuk operasi pasar komoditi telur.

"Selama 3 hari, telur yg setiap hari digelar sejumlah 150 kg langsung habis dalam waktu singkat," ungkap Nanin.

Berbagai komoditas pokok disediakan. Selain telur, beras medium tersedia sebanyak tiga ton per hari dengan harga Rp67.500 per lima kilogram, serta beras premium 500 kilogram dijual Rp74.000 per lima kilogram. Ada pula beras SPHP sebanyak 990 kilogram seharga Rp57.500 per lima kilogram.

Selain itu, tersedia minyak goreng 272 liter, mi instan 45 dus, tepung terigu 40 kilogram, gula pasir 80 kilogram, hingga gas elpiji 3 kilogram selama tiga hari.

“Lewat operasi pasar ini, warga bisa memenuhi kebutuhan dengan harga lebih terjangkau,” pungkas Nanin. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV