SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Kloter terakhir impor beras dari Thailand tiba di Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Selasa (14/1/2025) kemarin.
Total ada sekitar 13.950 ton beras Thailand yang diangkut menggunakan Kapal MV. Thai Binh 07.
Proses pembongkaran dilakukan dengan memindahkan beras ke truk pengangkut. Beras ini akan didistribusikan ke beberapa gudang Bulog di Banyuwangi, Jember, dan Bondowoso.
Pimpinan Cabang Bulog Banyuwangi, Dwiana Puspita, menjelaskan bahwa impor ini merupakan bagian dari pengadaan tahun 2024.
“Ini sisa pengadaan tahun lalu," ujarnya, Kamis (16/1/2025).
Dwiana menambahkan, selain kapal MV. Thai Binh 07, masih ada kapal lain membawa 12.500 ton beras dari Thailand yang akan tiba segera.
Meski sebagian besar beras akan disimpan di gudang Bulog setempat, tidak semuanya diperuntukkan untuk kebutuhan Banyuwangi dan sekitarnya.
“Di gudang Banyuwangi ada kemungkinan hanya transit. Beras-beras ini bisa dikirim ke wilayah lain seperti biasanya,” kata Dwiana.
Distribusi beras kemungkinan besar akan mencakup wilayah Indonesia Timur, termasuk provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Nusa Tenggara Barat (NTB).
Dwiana memastikan bahwa stok beras di Banyuwangi saat ini aman. Bahkan, stok dinyatakan cukup untuk kebutuhan satu tahun ke depan.
“Stok ada sekitar 50 ribu ton. Jadi cukup aman. Untuk SPHP, kita sediakan sampai bulan Februari," tegas Dwiana.
Dwiana juga meyakinkan masyarakat bahwa persediaan untuk kebutuhan Idul Fitri sudah tercukupi.
“Masyarakat tidak perlu khawatir dengan kelangkaan beras,” tambahnya.
Impor ini menjadi pengiriman terakhir dari program impor beras 2024. Pemerintah telah memastikan penghentian impor beras pada tahun 2025. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi