SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Spanduk Berisi Hujatan Beredar, Tim YuRiz Minta Polresta dan Bawaslu Banyuwangi Tangkap Pelakunya

Muhammad Nurul Yaqin - 09 November 2020 | 17:11
Politik Spanduk Berisi Hujatan Beredar, Tim YuRiz Minta Polresta dan Bawaslu Banyuwangi Tangkap Pelakunya
Ini spanduk misterius yang berisi hujatan, diduga kuat mengarah pada Cabup Perempuan di Banyuwangi.

BANYUWANGI- Munculnya spanduk misterius yang berisi hujatan diduga mengarah kepada salah satu Paslon di Pilkada Banyuwangi, Jawa Timur, kini jadi perbincangan.

Kemunculan spanduk tersebut diduga adalah upaya provokasi dari pihak tak bertanggung jawab untuk membuat kegaduhan hingga konflik dalam tahapan Pilbup Banyuwangi 2020.

Tim Pemenangan Cabup dan Cawabup Banyuwangi Yusuf Widyatmoko-Gus Riza (YuRiz) juga angkat bicara. Pihaknya meminta kepada Bawaslu dan Polresta Banyuwangi agar mengungkap dan menangkap pelaku pemasangan spanduk hujatan yang mengarah pada Cabup Perempuan di Banyuwangi.

“Kami meminta kepada Polresta Banyuwangi dan Bawaslu Banyuwangi, untuk mengungkap dan menangkap pelaku pemasangan spanduk tersebut,” ucap Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, Senin (9/11/2020).

Pengungkapan kasus spanduk hujat Cabup Perempuan, lanjutnya, sangat penting dilakukan. Sebagai wujud komitmen kepolisian dan Bawaslu Banyuwangi, untuk terciptanya Pilkada yang damai jujur dan adil.

Disampaikannya, jika hal ini dibiarkan dapat dikhawatirkan akan semakin banyak pihak yang melakukan tindakan serupa. Yang bisa berimbas pada gangguan stabilitas keamanan dan kondusifitas masyarakat.

“Kita semua tahu, Polresta Banyuwangi, punya intelejen yang handal, Bawaslu Banyuwangi juga punya jajaran kebawah. Dan spanduk hujat Cabup Perempuan ini kan terpasang di jalan protokol, di depan rumah warga, di daerah keramaian, kan sangat mustahil tidak ada yang tahu siapa pelaku pemasangan spanduk tersebut,” terang Michael.

Terkait kemunculan spanduk hujat Cabup Perempuan, Michael mengaku sedang menjadi pembahasan internal kalangan partai pengusung duet Yusuf-Riza. Bukan karena risau kemunculan spanduk akan berimbas tuduhan masyarakat terhadap pasangan Cabup Cawabup nomor urut 1.

Tapi, kata dia, karena menilai spanduk yang muncul telah mencoreng citra baik dan ketentraman tahapan Pilbup Banyuwangi.

“Kalau kita sedikit pun tak khawatir spanduk Hujat Cabup Perempuan ini akan menjadikan Yusuf-Riza sebagai kambing hitam, karena saat ini masyarakat sudah cerdas, masyarakat juga tahu kalau Yusuf-Riza itu pengagum Gubernur Jawa Timur, Ibu Khofifah, sosok perempuan yang memang memiliki kemampuan dan teruji dalam kepemimpinan,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, spanduk ini muncul di sejumlah jalan di Banyuwangi. Diantaranya Jalan Kepiting, Jalan Teratai, dan Jalan Adi Sucipto. 

Spanduk tersebut bertuliskan: “Wong Wedok Iku Nggone Nang Sumur, Dapur, Kasur, Gak Dadi Bupati” yang artinya “Perempuan Itu Tempatnya di Sumur, Dapur, Kasur, Bukan Jadi Bupati”. 

Ada pula spanduk bertuliskan “Bupati Kok Wedok” yang artinya “Bupati Kok Perempuan”. Spanduk misterius ini diduga kuat menyasar pada Ipuk, perempuan satu-satunya yang ikut dalam Pilkada Banyuwangi 2020. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV