SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Wujudkan Banyuwangi Hijau dengan Pengelolaan Sampah Secara Berkelanjutan

Muhammad Nurul Yaqin - 27 June 2023 | 17:06 - Dibaca 1.72k kali
Pendidikan Wujudkan Banyuwangi Hijau dengan Pengelolaan Sampah Secara Berkelanjutan
Pusat pengelolaan sampah terpadu di Stikes Banyuwangi. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BANYUWANGI, Suaraindonesia.co.id - Perguruan tinggi dan sekolah di Banyuwangi, Jawa Timur, ikut andil dalam mewujudkan "Banyuwangi Hijau" dengan cara pengendalian sampah secara berkelanjutan.

Puluhan sekolah di ujung timur Pulau Jawa ini didorong untuk menerapkan pengelolaan sampah secara baik melalui program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS).

Bertempat di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Banyuwangi, sebanyak 20 promotor UKS didatangkan. Mereka dibina oleh tim promotor UKS Stikes dan Banyuwangi Hijau.

Mereka mengikuti praktik baik edukasi pengelolaan sampah berkelanjutan pada program UKS di Stikes Banyuwangi, Selasa (27/6/2023).

Ketua Stikes Banyuwangi Soekardjo mengatakan, program pendampingan ini merupakan tahap kedua. Sebelumnya, sebanyak 12 sekolah telah lebih dulu didampingi dalam hal pengelolaan sampah.

Beberapa dari sekolah itu, kata dia, telah mampu menerapkan proses pengelolaan sampah dengan cara pemilahan. Para siswa di sekolah-sekolah tersebut juga mulai terbiasa untuk memilah sampah dan membuangnya sesuai jenis.

"Pengelolaan sampah harus dimulai dari dini. Caranya dengan mengubah perilaku dari sekolahan," ujarnya.

Bahkan, dua sekolah di Banyuwangi juga telah memiliki tempat penampungan sampah yang jaraknya ideal, yakni beberapa ratus meter dari ruang-ruang yang ada di sekolah.

Menurut Soekardjo, 12 sekolah yang telah didampingi juga telah mampu mengelola sampah secara baik. Minimal, para siswanya telah terbiasa untuk membuang sampah sesuai dengan jenisnya.

Kepala UPT Pengelolaan Persampahan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyuwangi Amrulloh menambahkan, program pendampingan itu bertujuan untuk mewujudkan sekolah peduli lingkungan.

Kabupaten Banyuwangi memiliki program Sekolah Adiwiyata yang menjadikan pengelolaan sampah menjadi salah satu indikator penilaiannya.

"Di Banyuwangi, 15 persen sekolah sudah memenuhi kriteria indikator itu," kata Amrulloh, dalam kesempatan yang sama.

Dengan adanya pendamping kepada para promotor UKS, pihaknya berharap jumlah sekolah yang mampu mengelola sampah secara baik dan berkelanjutan bakal bertambah.

Dalam acara itu, para promotor UKS dari sekolah-sekolah yang didampingi juga diajak untuk menilik tempat pengolahan sampah di Stikes, SMPN 2 Genteng, dan MTsN 3 Banyuwangi.

Di Stikes, sampah-sampah dari kampus diolah agar bermanfaat. Sampah-sampah organik diolah menjadi budidaya maggot dan diolah menjadi kompos.

Sementara sampah nonorganik dipilah untuk dipilih bagian yang masih bisa dimanfaatkan.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Lukman Hadi

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV