SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Tahun 2021, Dinas Pengairan Banyuwangi Fokus Pemenuhan Infrastruktur SDA

Muhammad Nurul Yaqin - 14 November 2020 | 00:11
Pemerintahan Tahun 2021, Dinas Pengairan Banyuwangi Fokus Pemenuhan Infrastruktur SDA
Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby saat memberikan keterangan, Jumat (13/11/2020).

BANYUWANGI- Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, menargetkan pembangunan pada tahun 2021 tetap memprioritaskan pemenuhan infrastruktur sumber daya air (SDA), terutama yang mendukung sektor pertanian.

Hal ini disampaikan Sekretaris Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Riza Al Fahroby, saat ditemui Suara Indonesia di kantornya di Jalan Adi Sucipto, Jumat (13/11/2020).

"Cuman kita mau mencoba bagaimana ada perhatian yang lebih baik terutama untuk penyediaan air minum. Karena secara tupoksi air bersih ada di Dinas Perairan," kata Riza.

Dalam mencapai target ini, pihaknya berharap bisa berkolaborasi dengan kelompok masyarakat yang menjadi mitra kerja Dinas Pengairan. Mulai dari Himpunan Petani Pemakai Air (HIPPA) dan Himpunan Penduduk Pemakai Air Minum (Hippam).

"Karena pelayanan di tingkat bawah kita membawa air hingga proses distribusi. Sedangkan di pelayanan bagaimana membagi ke anggotanya. Kalau air irigasi itu ada Hippa, sedangkan air bersih ada Hippam," imbuhnya.

Dijelaskannya, Hippa dan Hippam ini merupakan bagian pelayanan masyarakat, sehingga nantinya dalam pengadaan air bersih terutamanya sangat dibutuhkan masukan dari Hippam.

Apalagi, lanjut dia, selain mendapatkan Dana Alokasi Khusus (DAK) irigasi, PU Pengairan Banyuwangi pada tahun ini juga mendapatkan bantuan dana alokasi khusus untuk pengadaan air bersih.

Nantinya ada sekitar tujuh lokasi yang akan dibangun menggunakan DAK irigasi, sedangkan DAK air bersih diperuntukkan di satu lokasi, tepatnya di wilayah Kecamatan Licin. "Harapannya tahun 2021 sudah bisa selesai," sambungnya.

Pihaknya berharap agar kedepannya ada dukungan dari masyarakat. Karena dalam menjalankan tupoksinya di bidang pelayanan, Dinas Pengairan juga memiliki keterbatasan.

"Dalam artian umpama ada sampah ataupun yang menghalangi jalannya transportasi air, masyarakat turut membantu menangani. Karena kita juga terbatas, apalagi wilayah Banyuwangi sangat luas sekali," pungkasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV