SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Turnamen South East Asean Football Talent (SEAFT) Indonesia 2025 resmi dibuka di Stadion Diponegoro, Banyuwangi, Minggu (15/6/2025). Ajang ini diikuti 49 tim dari tiga kelompok umur: U-10, U-12, dan U-13.
Sebanyak 11 tim tampil di kategori U-10, 22 tim di U-12, dan 16 tim di U-13. Sekitar 25 persen peserta berasal dari luar kota, termasuk Jember, Bondowoso, Bojonegoro, hingga Bali.
Turnamen dibuka dengan pelepasan balon dan tendangan kick off perdana oleh Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, didampingi dengan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Banyuwangi, Ahmad Khairullah, serta Ketua Panitia Pelaksana (Panpel) SEAFT Indonesia Banyuwangi, Toni Hartono.
Ketua Askab PSSI Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menyebut SEAFT sebagai ajang penting untuk menjaring bibit unggul.
“Ini kesempatan bagi pemain muda kita untuk menunjukkan talenta mereka hingga di kancah Internasional,” katanya.
Michael menambahkan, Askab menurunkan tim pemantau bakat. Pemain potensial akan direkomendasikan ke Kemenpora untuk pembinaan lebih lanjut.
Ketua KONI Banyuwangi, Ahmad Khairullah, mengapresiasi pelaksanaan turnamen ini. “Gebrakan luar biasa dari Askab. Ini bukti komitmen pada pembinaan sepakbola sejak usia dini,” katanya.
Ketua Panpel SEAFT Indonesia 2025 Banyuwangi, Toni Hartono, melalui Sekretaris Panpel, menjelaskan bahwa kompetisi ini digelar selama dua hari, Minggu-Senin (15-16 Juni 2025).
“Pada pertandingan hari pertama setiap kategori umur hanya sampai di babak penyisihan grup. Kemudian pertandingan hari kedua akan dilanjutkan sampai mendapatkan juara 1 di setiap kategori umur,” bebernya.
Pemenang dari setiap kategori umur, nantinya akan dikirimkan ke tingkat Nasional yang akan dilaksanakan pada tanggal 7-9 Juli 2025 di Jakarta.
Apabila berhasil di tingkat nasional, mereka akan kembali bertanding di tingkat internasional di Bangkok, Thailand untuk U-13 dan Kuala Lumpur, Malaysia, untuk U-10 dan U-12 pada Oktober mendatang.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi