SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Babak 8 Besar Liga 4 Jatim: Persewangi Ditahan Imbang Sang Maestro, Protes Warnai Laga!

Muhammad Nurul Yaqin - 11 February 2025 | 20:02
Olahraga Babak 8 Besar Liga 4 Jatim: Persewangi Ditahan Imbang Sang Maestro, Protes Warnai Laga!
Laga saat Persewangi Banyuwangi kontra Sang Maestro, Selasa (11/2/2025). (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Persewangi Banyuwangi harus puas berbagi poin dengan Sang Maestro setelah bermain imbang 1-1 dalam laga babak 8 besar Liga 4 Jatim di Stadion Diponegoro, Selasa (11/2/2025). Laga berjalan panas dengan sejumlah keputusan wasit yang memicu protes dari kedua tim.  

Sejak peluit awal, Persewangi langsung tampil agresif. Mengandalkan umpan-umpan pendek, mereka mencoba menembus pertahanan Sang Maestro. Hasilnya, di menit ke-20, Alfian Alfarid sukses mencetak gol setelah bekerja sama apik dengan Fadel Muhammad. Tendangan kerasnya dari dalam kotak penalti tak mampu dibendung kiper lawan.  

Unggul satu gol tak membuat Persewangi mengendurkan serangan. Namun, Sang Maestro justru berhasil menyamakan kedudukan menjelang turun minum. Khoirul Rosyid melepaskan tendangan bebas terukur dari depan kotak penalti yang mengarah ke sudut kanan atas gawang. Skor 1-1 menutup babak pertama.  

Memasuki babak kedua, tempo permainan semakin panas. Persewangi dan Sang Maestro sama-sama bermain agresif, tetapi justru keputusan wasit Farid Riesdianto yang menjadi sorotan. Sejumlah pelanggaran yang dinilai merugikan Persewangi membuat suasana di lapangan memanas.  

Protes demi protes pun terjadi. Laga bahkan sempat terhenti beberapa menit setelah pemain Persewangi mempertanyakan keputusan wasit yang dianggap lebih menguntungkan lawan. Suporter di tribun juga turut memberikan tekanan dengan sorakan keras.  

Ketegangan semakin meningkat ketika wasit mengeluarkan lima kartu kuning untuk pemain Persewangi dan tiga untuk Sang Maestro. Meskipun beberapa peluang tercipta, tak ada gol tambahan hingga peluit panjang berbunyi.  

Pelatih Persewangi Alexander Saununu tak menampik timnya dirugikan atas keputusan-keputusan wasit. Ia bersyukur, anak asuhnya bisa tampil apik dan maksimal sepanjang laga. Serta tak mudah terpancing emosi saat menghadapi keputusan wasit yang merugikan.

"Soal keputusan wasit, tadi bisa dilihat sendiri seperti apa," kata Saununu.

Sayangnya, Persewangi harus kehilangan beberapa pemain inti akibat cedera. Salah satunya sang kapten Anies Mujiono yang cedera dalam pertandingan tersebut.

"Pada pertandingan berikutnya, kami harus bisa memaksimalkan pemain yang ada," tambahnya.

Bagi manajemen Persewangi, kepemimpinan wasit yang merugikan tim bukan kali pertama. 

Sebelumnya dalam laga melawan Mitra Surabaya pada 4 Februari 2025, Persewangi juga merasa banyak keputusan wasit yang tak adil.

Bahkan, Presiden Persewangi Handoko saat itu menyampaikan nota protes ke Asprov PSSI Jatim.

"Untuk nota protes, kami belum tahu apakah akan mengirimkan lagi atau tidak. Karena kemarin kami protes, hasilnya juga belum ada perbaikan. Bahkan cenderung seperti yang kita lihat bersama tadi," kata Handoko.

Saat ini, Laskar Blambangan akan berfokus untuk melakoni dua laga lainnya dalam babak 8 besar. 

"Masih ada dua pertandingan. Saya optimistis Persewangi bisa masuk babak semi final," katanya.

Pertandingan selanjutnya tuan rumah akan menjamu Inter Kediri pada Kamis (13/2/2025) mendatang, dan satu pertandingan terakhir akan bertemu lawan berat Persema Malang pada Sabtu (15/2/2025) mendatang.

Persema sukses meraih poin penuh setelah menaklukkan Inter Kediri 3-0 pada laga di Stadion Diponegoro, Selasa (11/2/2025). Dengan demikian Persema Malang memimpin grup sementara.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV