SUARA INDONESIA
Banner

Ajang Selancar Dunia di Banyuwangi Akan Dihadiri Tiga Menteri Sekaligus

BANYUWANGI- Ajang liga selancar paling bergengsi dunia, World Surf League (WSL) Championship Tour, sebentar lagi digelar di Pantai Plengkung (G-Land) Banyuwangi, Jawa Timur, pada 26 Mei-4 Juni 2022 mendatang.

Tak main-main, tiga menteri sekaligus berencana akan hadir dalam event internasional tersebut. Mulai dari Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali dan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno.

“Dari hasil kunjungan bupati ke sejumlah menteri. Beliau ketiganya Insya Allah berkenan hadir saat pembukaan WSL di G-Land ini,” kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Banyuwangi, M Yanuar Bramuda, Sabtu (14/5/2022).

Bram sapaan akrabnya membeberkan alasan G-Land Banyuwangi menjadi primadona peselancar dunia hingga tahun ini menjadi tuan rumah WSL.

“Karena G-Land memiliki keunggulan ombak yang tiada duanya, ombak kiri sepanjang hampi 2 kilometer dan tingginya 7-10 meter,” ucapnya.

Kata Bram, WSL Championship Tour 2022 digelar di sejumlah pantai terpilih, sejak Januari 2022 dan bakal berakhir Agustus 2022. Di antaranya di Hawaii, Australia, Amerika Serikat, Banyuwangi (Jawa Timur, Indonesia), Brazil, Afrika Selatan, Portugal, dan Tahiti.

“Peserta sampai saat ini ada 25 untuk peselancar laki-laki, 12 untuk peselancar perempuan. Semuanya profesional dan memiliki kompetensi. Sementara sekarang masih ada di Australia. Nanti akan keliling ke tujuh negara ke Amerika, salah satunya di Banyuwangi,” jelasnya.

Sejauh ini, persiapan Pemkab Banyuwangi dalam menyambut liga selancar internasional sudah hampir selesai.

“Sampai hari ini persiapan sudah 70 persen, tinggal pemasangan tower di lapangan. Target tanggal 20 Mei nanti selesai segala persiapannya,” tutur dia.

Bram menyampaikan, Lokasi G-Land Banyuwangi berada di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo yang begitu kaya flora dan fauna, dan telah ditetapkan sebagai Cagar Biosfer Dunia oleh UNESCO-PBB dan geopark nasional.

Wisatawan bisa menikmati padang rumput (sabana) luas untuk melihat burung merak, rusa, dan banteng. Juga ada deretan pantai eksotis, salah satunya Pantai Plengkung (G-Land).

"Dengan keunggulan destinasi itulah, WSL bukan semata-mata hanya ajang selancar, tetapi juga bagian dari pemulihan untuk membangkitkan kembali sektor wisata Banyuwangi,” tutup Bram. (*)

Apa Reaksi Anda?