SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Perkins International Bekali Guru dan Orang Tua Banyuwangi Latihan Fisioterapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus

Muhammad Nurul Yaqin - 28 November 2025 | 19:11
News Perkins International Bekali Guru dan Orang Tua Banyuwangi Latihan Fisioterapi untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Pelatih dari Perkins International mendampingi guru dan orang tua Banyuwangi mempraktikkan teknik fisioterapi dasar untuk anak berkebutuhan khusus. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Perkins International kembali memperluas dukungannya bagi pendidikan Anak Berkebutuhan Khusus di Banyuwangi dengan menggelar pelatihan fisioterapi dasar untuk guru dan para orang tua.

Pelatihan ini diikuti ratusan orang tua ABK dan guru SLB yang diajarkan teknik dasar latihan fisik untuk membantu anak dengan hambatan mobilitas agar berkembang optimal.

Program tersebut menghadirkan pakar Fisioterapis Pediatrik Neuro asal India, DR Loganathan Gurusamy, yang memberikan pelatihan langsung melalui demonstrasi gerakan fisioterapi untuk anak berkebutuhan khusus.

Melalui pengamatannya, DR Loganathan menilai kedekatan emosional kuat antara orang tua dan anak di Asia Tenggara kadang membuat anak menjadi terlalu dilindungi.

“Melindungi itu bagus, tapi kita harus tahu kapan kita harus melakukannya. Tidak boleh berlebihan sehingga tidak menyebabkan anak terlalu bergantung,” ujarnya.

Ia menekankan perlunya pelibatan anak dalam aktivitas harian agar otot tetap aktif, sehingga risiko melemah dapat berkurang seiring stimulasi yang dilakukan secara konsisten.

“Anak harus dilatih untuk bisa berpartisipasi aktif dalam kegiatan sehari-hari, salah satunya agar ototnya tidak semakin melemah,” imbuhnya saat memberikan contoh gerakan.

Ia mengajarkan guru dan orang tua agar tidak selalu menggendong anak saat memindahkan posisi, melainkan memberi perintah untuk menggerakkan tubuh secara mandiri.

“Anak jangan langsung digendong jika ingin dipindahkan, tapi diminta menggerakkan tubuhnya ke depan sesuai instruksi guru atau orang tua,” jelasnya.

Salah satu peserta, Wartini, mengaku pelatihan ini sangat membantu dirinya yang memiliki anak penyandang Cerebral Palsy dan membutuhkan stimulasi untuk belajar berdiri.

“Dengan mengikuti pelatihan seperti ini saya mendapatkan cara yang pas untuk mengajarkan anak saya untuk bisa berdiri,” ungkapnya usai mengikuti sesi praktik.

Guru SLB Negeri Banyuwangi, Ariensa Gita Pralistyo, juga merasakan manfaat besar karena kini memahami cara memindahkan siswa dengan aman tanpa membahayakan tulang belakang.

“Selama ini saya tahunya kalau mengangkat anak ya langsung diangkat saja. Ternyata itu justru bahaya buat tulang punggung mereka,” ujarnya.

Ia juga belajar pentingnya komunikasi aktif dengan anak agar mereka merespons instruksi dan bersedia melakukan gerakan secara lebih mandiri saat proses pembelajaran. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV