SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Diblokir Sopir Logistik, Ratusan Kendaraan Sempat Tertahan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi

Muhammad Nurul Yaqin - 16 July 2025 | 12:07
News Diblokir Sopir Logistik, Ratusan Kendaraan Sempat Tertahan di Pelabuhan Ketapang Banyuwangi
Kendaraan dari dua jalur, Ketapang dan Gilimanuk sempat tertahan di Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Rabu (16/7/2025) siang. (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Jalur penyeberangan Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi - Gilimanuk, Bali, sempat lumpuh pada Rabu siang (16/7/2025).

Pantauan di Pelabuhan ASDP Ketapang, para sopir logistik memblokir akses masuk dermaga LCM sekitar pukul 11.00 WIB dan menjulur hingga pintu keluar pelabuhan akibat terlalu lama menunggu masuk ke kapal.

Dari kejadian ini, ratusan kendaraan yang hendak masuk ke dermaga maupun yang hendak keluar dari dermaga tertahan di Pelabuhan Ketapang.

Salah satu sopir, Poniman mengaku sudah dua hari mengantre di Pelabuhan sejak Selasa (15/7/2025) pukul 08.00 WIB, hingga Rabu (16/7/2025) pukul 12.00 WIB, belum juga menyeberang ke Bali.

Truk logistik yang membawa lem dan seng dari Surabaya tujuan Denpasar ini masih terperangkap di kantong parkir Pelabuhan Ketapang.

“Nunggu sudah dua hari, mulai jam 8 pagi kemarin. Semuanya truk yang nutup-nutup itu juga nunggu mulai kemarin sampai sekarang,” katanya.

Ia menyebut, kepadatan itu karena jumlah kapal yang dioperasikan hanya ada dua. “(Sopir logistik) sempat ricuh tadi. Karena mulai kemarin janji mau ditambah armada kapalnya, tapi nyatanya sampai saat ini tidak ada,” ujarnya.

Sementara sopir logistik dari yang menyeberang dari Gilimanuk, Suryono mengaku sudah tertahan di Pelabuhan Ketapang pukul 11.30 WIB.

Ia juga mengatakan bahwa terjadi kemacetan di kawasan Pelabuhan Gilimanuk. Suryono mengantre mulai pukul 02.00 WITA dan baru menyeberang sekitar pukul 10.00 WITA.

“Di disini (Ketapang) tertahan sekitar setengah jaman,” katanya.

Menurut informasi, kemacetan dipicu oleh berkurangnya jumlah kapal yang berlayar di dermaga LCM. Biasanya, dermaga tersebut dilayani oleh 15 kapal. Namun pada hari itu, hanya dua kapal yang beroperasi hingga siang.

Pemblokiran jalan dilakukan di akses masuk-keluar kendaraan menuju dermaga LCM. Akibatnya, kendaraan yang baru saja turun dari kapal tak bisa keluar. Pun sebaliknya, kendaraan dari luar tak bisa masuk ke dalam area dermaga.

“Kemarin sore itu teman-teman sopir sudah menunggu di kantong parkir. Sampai sekarang belum semua bisa menyebrang. Makanya tadi pagi sempat terjadi emosi dari sopir-sopir,” kata Ketua Asosiasi Sopir Logistik Indonesia (ASLI) Slamet Barokah.

Pantauan di lokasi, pemblokiran dibuka oleh para sopir logistik sekitar pukul 12.22 WIB setelah ada bongkar muat kapal di dermaga LCM, Pelabuhan Ketapang. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV