SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Warga Sapeken Madura Berebut Kuota Mudik Gratis dari Banyuwangi

Muhammad Nurul Yaqin - 25 March 2025 | 23:03
News Warga Sapeken Madura Berebut Kuota Mudik Gratis dari Banyuwangi
Ratusan warga berbondong-bondong ikut mudik gratis ke Sapeken, Sumenep, Madura, Selasa (25/3/2025). (Foto: Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Menjelang Lebaran, ratusan warga Kepulauan Sapeken, Madura, berbondong-bondong menuju Pelabuhan Tanjungwangi, Banyuwangi, Selasa (25/3/2025), untuk mendapatkan tiket mudik gratis. 

Antusias warga yang tinggi membuat kuota kapal cepat terisi, bahkan banyak pemudik sudah mengantre sejak pagi demi memastikan keberangkatan mereka.

Mudik gratis ini menggunakan Kapal Perintis Sabuk Nusantara 91 yang melayani rute Tanjungwangi-Sapeken dengan kuota penuh 500 penumpang. 

Program ini dibiayai oleh Pemerintah Kabupaten Sumenep sebagai upaya membantu warganya merayakan Idul Fitri di kampung halaman. 

“Pada trip kedua atau pemberangkatan 25 Maret kali ini, kuotanya penuh 500 penumpang,” ujar Capt. Purgana, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Kelas III Tanjungwangi.

Perjalanan dari Pelabuhan Tanjungwangi ke Sapeken memakan waktu sekitar 12 jam. Para penumpang harus bersiap menghadapi perjalanan panjang di tengah tingginya animo masyarakat untuk pulang kampung.

Menurut Purgana, kapal Sabuk Nusantara 91 akan beroperasi dalam empat perjalanan pada 19, 25, 26, dan 28 Maret. 

“Perjalanan pertama belum masuk program mudik gratis, jadi masih berbayar. Kali ini kuota penuh, menunjukkan tingginya minat warga,” jelasnya.

Hingga saat ini, tersisa dua trip keberangkatan pada 26 dan 28 Maret. Purgana mengimbau masyarakat untuk segera mendaftar sebelum kuota habis. 

“Cara daftarnya bisa langsung ke kantor agen Pelni atau melalui media sosial resmi Pelni,” terangnya.

Pemudik asal Bima yang memiliki keluarga di Sapeken, Sriyati, mengaku baru pertama kali berangkat ke Sapeken melalui Banyuwangi. 

Biasanya, ia memilih jalur Celukan Bawang, Bali. Namun, adanya fasilitas mudik gratis membuatnya berpindah jalur. 

“Karena ada program mudik gratis, jadi saya lewat sini (Banyuwangi),” kata Sriyati.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV