SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Banyuwangi Dianugerahi Penghargaan Kota Sehat dari Kemenkes

Muhammad Nurul Yaqin - 29 November 2025 | 18:11
Kesehatan Banyuwangi Dianugerahi Penghargaan Kota Sehat dari Kemenkes
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menerima penghargaan Kota Sehat Swasti Saba dan STBM Madya dari Kemenkes RI Budi Gunadi Sadikin di Jakarta. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, JAKARTA – Kabupaten Banyuwangi kembali menorehkan prestasi nasional pada bidang kesehatan. Pada Jumat (28/11/2025), Kementerian Kesehatan RI menetapkan Banyuwangi sebagai salah satu daerah penerima penghargaan Kota Sehat tahun ini.

Banyuwangi meraih peringkat kedua nasional pada ajang Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) kategori Madya, sekaligus mendapatkan penghargaan Kabupaten Sehat Swasti Saba kategori Padapa.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyerahkan langsung penghargaan tersebut di Jakarta. Ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah yang dinilai konsisten meningkatkan kualitas hidup warganya.

“Menjaga kesehatan masyarakat bukan hanya tugas Kemenkes, tapi kesempatan bagi para kepala daerah untuk melindungi 280 juta penduduk Indonesia,” ujar Budi Gunadi.

Ia menambahkan, saat ini rata-rata hidup sehat masyarakat Indonesia berada di usia 60 tahun. Pemerintah menargetkan angka itu meningkat menjadi 65 tahun pada 2029, diikuti harapan hidup yang diupayakan naik dari 72 menjadi 75 tahun.

“Pendekatan promotif dan preventif harus diperkuat. Edukasi hidup sehat dan pencegahan penyakit adalah kunci,” tambah Menkes.

Penghargaan Swasti Saba sendiri menilai pencapaian daerah berdasarkan sembilan tatanan kota sehat, mulai dari lingkungan permukiman, fasilitas umum, pasar rakyat, satuan pendidikan, transportasi, hingga perlindungan sosial dan penanganan bencana.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyebut capaian tersebut merupakan bukti kerja bersama lintas sektor di daerahnya.

“Seluruh tatanan kami kerjakan secara terpadu dengan banyak pihak demi mewujudkan kota yang sehat, aman, dan nyaman,” kata Ipuk usai menerima penghargaan.

Menurutnya, penghargaan STBM menunjukkan kuatnya kesadaran masyarakat Banyuwangi dalam menjaga perilaku hidup bersih.

“Ini hasil gotong royong. Kesadaran yang harus terus dipelihara agar kualitas kesehatan semakin baik,” ujarnya.

Program STBM menilai implementasi lima pilar sanitasi, antara lain stop buang air besar sembarangan, kebiasaan cuci tangan pakai sabun, pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, pengelolaan sampah, serta pengolahan limbah cair.

Ipuk menambahkan bahwa penghargaan ini sifatnya dinamis. Setiap tahun pencapaian bisa berubah sesuai kualitas indikator kesehatan.

“Mari terus menjaga pola makan, pola istirahat, hingga aktivitas fisik kita. Semua itu berperan penting dalam mewujudkan kota yang benar-benar sehat,” tutupnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV