SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Tiga Belas Tahun Konsisten Digelar, Gandrung Sewu Banyuwangi Tuai Apresiasi Kemenpar

Muhammad Nurul Yaqin - 25 October 2025 | 20:10
Wisata Tiga Belas Tahun Konsisten Digelar, Gandrung Sewu Banyuwangi Tuai Apresiasi Kemenpar
Pertunjukan atraksi dari penari Gandrung saat tampil di Gandrung Sewu Banyuwangi, Sabtu (25/10/2025). (Foto: Humaskab Banyuwangi).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Tiga belas tahun sudah Banyuwangi konsisten menggelar Gandrung Sewu. Bahkan di masa pandemi Covid-19, festival ini tetap terselenggara secara virtual di berbagai daerah.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengapresiasi langkah Banyuwangi yang konsisten menjaga eksistensi seni tradisi melalui Gandrung Sewu, sebagai salah satu ikon budaya nasional.

Konsistensi tersebut menempatkan Gandrung Sewu sebagai pagelaran tari kolosal yang selama empat tahun berturut-turut masuk 100 Kharisma Event Nusantara (KEN).

"Ini adalah tahun keempat Gandrung Sewu masuk dalam KEN. Ini membuktikan komitmen Banyuwangi menyelenggarakan event yang berkualitas, secara konsisten," kata Asisten Deputi Pemasaran Pariwisata Nusantara, Kemenpar, Erwita Dianti, saat menyaksikan Gandrung Sewu, di Pantai Boom Marina, Sabtu (25/10/2025). 

Menurut Erwita, Gandrung Sewu menunjukkan bagaimana Banyuwangi mampu menjaga kearifan lokal dan mengemasnya menjadi atraksi budaya berkelas nasional.

Dalam kesempatan itu, Erwita menyerahkan piagam Kharisma Event Nusantara secara langsung kepada Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani, di Pantai Boom Marina.

"Ini menunjukkan Banyuwangi memiliki komitmen kuat dalam menjunjung kearifan lokal, dengan menghadirkan event berkualitas dan bernilai budaya," ujarnya.

Kemenpar menilai, Banyuwangi menjadi contoh daerah yang berhasil menggerakkan ekonomi lokal lewat pariwisata dan festival budaya yang berkesinambungan.

Sejak 2012, Banyuwangi rutin menggelar puluhan event pariwisata tiap tahun melalui agenda Banyuwangi Festival (B-Fest) yang kini jadi rujukan nasional.

Kemenpar menargetkan 1,08 miliar pergerakan wisatawan nusantara dan 15 juta wisatawan mancanegara, dengan kontribusi sektor wisata sebesar 4,65 persen.

Erwita menilai, target itu bisa tercapai melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, masyarakat, serta pelaku industri dan ekonomi kreatif.

"Termasuk juga kolaborasi erat dengan masyarakat, pelaku industri pariwisata, para seniman, dan pelaku ekonomi kreatif," ucap Erwita.

Sinergi itu tampak jelas dalam pelaksanaan Gandrung Sewu yang melibatkan sekitar 2.500 seniman, termasuk 1.400 penari dari berbagai daerah lain.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menegaskan, dampak festival tak hanya di sektor budaya, tapi juga ekonomi masyarakat yang ikut bergerak dan mendapat manfaat.

"Inilah yang kami maksud dengan multiplier effect. Event mampu menggerakkan ekonomi daerah. Penginapan penuh, warung ramai, pedagang laris," kata Ipuk.

Ipuk menambahkan, Banyuwangi akan terus menjaga konsistensi ini agar budaya tetap lestari dan masyarakat merasakan manfaat dari setiap festival. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV