SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Tangan Diborgol, Gaji Tak Sesuai: Fakta Mengejutkan di Balik Kabar Kematian Rizal di Kamboja

Muhammad Nurul Yaqin - 16 April 2025 | 13:04
Peristiwa Tangan Diborgol, Gaji Tak Sesuai: Fakta Mengejutkan di Balik Kabar Kematian Rizal di Kamboja
Keluarga memperlihatkan foto Rizal yang bekerja dalam keadaan tangan diborgol di Kamboja. (Foto: Dok. Keluarga Rizal Sampurna).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Fakta baru terungkap di balik kabar duka tentang Rizal Sampurna (30), pekerja migran asal Lingkungan Sukowidi, Kalipuro, Banyuwangi yang dikabarkan meninggal dunia di Kamboja. 

Selain kabar kematian yang belum bisa dipastikan, kisah kerja Rizal di negeri orang justru menampilkan gambaran yang mengerikan dan memilukan.

Rizal diketahui berangkat ke Kamboja sejak Oktober 2024, tanpa memberi tahu secara detail kepada keluarganya. Namun, ia sempat menghubungi sejumlah kerabat dan teman dekat selama di sana, termasuk sahabatnya di Banyuwangi, Anies Zulkarnain.

“Dia mengabari saya berangkat ke Kamboja dari Medan bersama sekitar 20 orang lainnya,” kata Anies saat diwawancara, Selasa (15/4/2025).

Sebelum berangkat ke luar negeri, Rizal sempat bekerja di Bali dan Jakarta. Dari Medan, ia menyebutkan akan menyeberang dengan kapal menuju negara tujuan. Kepada Anies, Rizal secara terbuka mengaku bekerja sebagai operator judi online (judol) atau scammer.

“Saya sempat tanya, ‘kamu yakin kerja di sana’. Dia ketawa-ketawa,” tutur Anies.

Namun yang paling mengejutkan, Rizal sempat menunjukkan kondisinya saat bekerja melalui panggilan video. Dalam rekaman itu, Rizal terlihat duduk di depan komputer dengan tangan diborgol.

Kepada Anies, Rizal mengatakan bahwa cara kerja seperti itu sudah menjadi kebiasaan di tempat ia bekerja. Bahkan, Rizal sempat mengeluh bahwa gaji yang ia terima tidak sesuai dengan perjanjian awal.

Rizal dijanjikan menerima 800 dolar AS per bulan. Namun kenyataannya, ia hanya mendapat 300 dolar AS. Jika tidak mencapai target, ia bahkan terancam dipindahkan ke Myanmar atau Vietnam.

Anies terakhir kali berkomunikasi dengan Rizal pada 9 Maret 2025. Saat itu, Rizal meminta doa agar target pekerjaannya bisa tercapai. Namun saat dihubungi lagi pada 26 Maret, nomor Rizal sudah tidak aktif.

Ia kaget mendapat kabar Rizal meninggal dari koleganya. 

“Saya awal tidak percaya, dan akhirnya memastikan ke rumah Rizal. Informasi yang sampai di keluarga juga demikian,” ujar Anies.

Kabar tentang kematian Rizal diterima keluarga melalui orang tak dikenal. Pada 5 April, ada laki-laki paruh baya datang ke rumah Rizal di Lingkungan Sukowidi menemui ibunya. Pria tidak dikenalnya itu memperlihatkan identitas Rizal dan meminta data kedua orang tua Rizal, tanpa menjelaskan maksud kedatangannya.

Pria itu hanya bilang jika besok akan ada yang memberi kabar langsung dari Kamboja dan meminta untuk menunggu.

Sehari setelahnya, Sulastri menerima panggilan dari nomor luar negeri, tepatnya dari Kamboja. Penelpon yang mengaku sebagai petugas di sana menyampaikan bahwa Rizal telah meninggal dunia karena sakit. Namun saat diminta bukti kematian, foto jenazah, atau dokumen resmi, tak satupun dikirimkan.

Namun, hingga kini belum ada bukti kuat seperti dokumen resmi atau foto jenazah yang mengkonfirmasi kematiannya.

Keluarga berharap, jika Rizal masih hidup, ia bisa segera ditemukan dan dipulangkan. Namun jika pun kabar duka itu benar, mereka meminta bantuan pemerintah untuk memulangkan jenazahnya ke Banyuwangi.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV