SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Polisi memburu pelaku pencurian perhiasan emas milik nenek Saonah (80), seorang penjual kopi di Desa Genteng Wetan, Kecamatan Genteng.
Saonah menjadi korban pencurian pada Minggu (13/4/2025) pagi, saat Saonah baru saja membuka warung tempatnya berjualan kopi.
Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Polsek Genteng untuk proses lebih lanjut.
“Kami menerima laporan pada Senin (14/4/2025) dan langsung mendatangi TKP,” kata Kanit Reskrim Polsek Genteng Iptu Sujarwadi, Selasa (15/4/2025).
Polisi telah menggelar olah tempat kejadian perkara dan mengumpulkan berbagai barang bukti. Salah satunya, rekaman CCTV yang memperlihatkan pelaku saat melintas di sekitar warung korban.
“Saat ini masih kami dalami dan dalam penyelidikan,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, nominal emas milik nenek Saonah yang dicuri itu senilai Rp6 juta.
Awalnya, Saonah melayani pelaku selayaknya pembeli pada umumnya. Pelaku kemudian mengajaknya berbicara terus menerus.
Saonah menjelaskan, berikutnya pelaku duduk mendekatinya. Ia memegang dan memijat Saonah. Di saat memijat itulah, pelaku meminta Saonah untuk melepas perhiasannya. Alasannya, agar ia bisa memijat dengan lebih enak.
“Saya sempat menolak,” lanjut dia.
Tapi karena merasa pelaku bersikap baik, Saonah pun melepaskan perhiasannya dan menaruhnya di meja.
Setelah selesai memijat, pelaku pun pamit dan membayar pesanannya. Saonah belum sadar bahwa perhiasan yang sebelumnya ditaruh di meja telah hilang.
Saonah mengaku, perhiasan itu merupakan hasilnya menabung selama menjual kopi dan camilan. Pencurian itu juga telah dilaporkan ke Polsek Genteng.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi