SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Keripik Teri Mengandung Formalin Ditemukan di Pasar Takjil Ramadan Pantai Marina Boom Banyuwangi

Muhammad Nurul Yaqin - 04 March 2025 | 13:03
Peristiwa Keripik Teri Mengandung Formalin Ditemukan di Pasar Takjil Ramadan Pantai Marina Boom Banyuwangi
Suasana Pasar Takjil Ramadan di Pantai Marina Boom Banyuwangi menjelang berbuka puasa. (Foto: Dok. suaraindonesia.co.id).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Dinas Kesehatan Banyuwangi menemukan keripik teri mengandung formalin di Pasar Takjil Ramadan, Pantai Marina Boom setelah melakukan pemeriksaan laboratorium keliling, Senin kemarin (3/3/2025).

Pemeriksaan dilakukan oleh petugas Labkesda Banyuwangi dan tenaga kesehatan masyarakat untuk memastikan keamanan makanan yang dijual kepada masyarakat.

Sebanyak 14 sampel makanan diuji, dua di antaranya dinyatakan positif mengandung formalin dan langsung ditarik dari peredaran.

“Ada 14 sampel makanan yang kami periksa, dua di antaranya positif mengandung formalin,” kata Plt Kepala Dinas Kesehatan, Amir Hidayat.

Formalin merupakan zat berbahaya yang dilarang digunakan pada makanan karena memiliki dampak buruk bagi kesehatan jika dikonsumsi secara terus-menerus.

Keripik teri berformalin tersebut bukan buatan pedagang sendiri, sehingga Dinkes Banyuwangi menelusuri lebih lanjut asal produk yang beredar di pasar.

Pedagang mengaku tidak mengetahui kandungan berbahaya dalam produk yang dijual dan menyatakan mendapatkannya dari pemasok lain.

Selain menarik produk berbahaya, Dinkes Banyuwangi terus mengedukasi pedagang agar lebih selektif dalam memilih produk makanan yang dijual.

Dinkes berharap hingga akhir Ramadhan tidak ada lagi temuan bahan berbahaya karena kesadaran masyarakat terhadap keamanan pangan semakin meningkat.

“Secara umum sudah meningkat kesadaran masyarakat dan produsen. Kami masih terus melakukan pemeriksaan, semoga sampai akhir tidak ada bahan-bahan berbahaya,” harapnya.


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV