SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Michael Edy Hariyanto, menyayangkan langkah Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi yang mengadakan pelatihan untuk para Lady Companion (LC).
Menurut Michael, pelatihan ini berpotensi mencederai citra Banyuwangi. Padahal masih banyak profesi lain yang perlu ditajamkan keterampilannya oleh BPVP untuk mendapatkan sertifikasi.
Disisi lain, Michael menyebut bahwa tidak ada yang salah dengan pekerjaan LC atau pemandu lagu. Karena mereka juga bagian dari warga Banyuwangi sehingga memiliki hak dan kesempatan yang sama.
"Jadinya tidak etis. Image profesi LC buruk di masyarakat. Lha ini malah difasilitasi oleh lembaga pemerintah. Imagenya jelek kok malah dibina, pembinaan yang lainnya lah," ucapnya, Kamis (23/1/2025).
Pelatihan tersebut digelar pada 20 - 26 November 2024 di salah satu rumah karaoke di Kecamatan Rogojampi. Program ini merupakan bagian dari Tailor Made Training (TMT).
Michael menegaskan, BPVP harus lebih selektif dalam menentukan program pelatihan. Ia meminta BPVP berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar program yang dijalankan benar-benar tepat sasaran.
"Jadi supaya tidak terulang kami minta agar BPVP aktif berkoordinasi dengan pemerintah daerah," tambah Politisi sekaligus Ketua DPC Partai Demokrat Banyuwangi ini,
Sebelumnya pihak BPVP menjelaskan, pelatihan ini dilakukan atas pengajuan pihak ketiga. Program tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan LC, termasuk cara memandu lagu hingga mitigasi konflik.
Namun, pelatihan ini justru menuai kontroversi. Banyak pihak mempertanyakan relevansi program tersebut dan dampaknya terhadap citra Banyuwangi yang sudah baik.
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : Mahrus Sholih |
Komentar & Reaksi