SUARA INDONESIA BANYUWANGI

PMI Banyuwangi Meninggal di Malaysia, Pemulangan Tunggu Kabar dari KBRI

Muhammad Nurul Yaqin - 14 January 2025 | 19:01
Peristiwa PMI Banyuwangi Meninggal di Malaysia, Pemulangan Tunggu Kabar dari KBRI
Keluarga menunjukkan foto Endro Sulistyono (37) saat dirawat di Rumah Sakit Sibu, Sarawak, Malaysia. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Pos Pelayanan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P4MI) Banyuwangi mengaku telah mendapat aduan adanya seorang pekerja migran asal Banyuwangi yang meninggal di Malaysia.

PMI yang meninggal bernama Endro Sulistyono (37) asal Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo. Endro menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah Sakit Sibu, Sarawak, Malaysia, Selasa (14/1/2025).

Kepala P4MI Banyuwangi Fery Meryanto menyampaikan bahwa pihaknya masih menunggu Informasi lanjutan dari keluarga dan Kedutaan Besar RI (KBRI) di Malaysia terkait kepulangan jenazah PMI tersebut.

"Pengaduan sudah kami sampaikan ke BP3MI Jatim dan sudah dilanjutkan ke KBRI," kata Ferry saat dikonfirmasi sejumlah wartawan.

Sebelum itu, P4MI juga telah meminta data detail terkait korban ke pihak keluarga. Termasuk nomor paspor agar latar belakang PMI bisa dilacak. Namun, pihak keluarga belum memberikan salinan tersebut.

"Jadi kami belum bisa cek di sistem (terkait informasi lengkap korban). Kemarin saya minta paspor, keluarga belum punya salinannya," sambungnya.

Maka dari itu, P4MI saat ini masih menunggu detail informasi dari keluarga korban. Juga menunggu kabar tindak lanjut dari KBRI di Malaysia.

"Kalau nanti butuh bantuan kami untuk proses fasilitasi pemulangan ke daerah asal, kami siap," lanjutnya.

Diberikan sebelumnya, seorang pekerja migran asal Kabupaten Banyuwangi meninggal di Malaysia, Selasa (14/1/2025). Pekerja migran itu adalah Endro Sulistyono (37), warga Desa Bulurejo, Kecamatan Purwoharjo.

Endro meninggal di rumah sakit setelah sempat kritis dan koma beberapa hari. Sebelum dirawat di rumah sakit, ia sempat mengeluh sakit dibagian lambung.

"Saya dapat kabar, pihak rumah sakit menghubungi teman yang menolong dan memberi tahu bahwa Selasa pagi meninggal dunia," kata Wiwit, istri Endro.

Menurut kabar yang Wiwit terima, suaminya di rawat di rumah sakit dalam kondisi kritis hingga sempat koma dalam sepekan terakhir.

Endro tergolong baru berangkat ke Malaysia. Ia berangkat pada September 2024. Terakhir, ia mengeluhkan sakit di bagian perut kepada keluarga. Itu merupakan kontak terakhir antara Endro dan istrinya.

Wiwit mengaku kaget mendengar kabar suaminya meninggal. Ia sempat mendapat kabar bahwa suaminya sempat terkendala biaya saat di rumah sakit.

Saat ini, Wiwit dan keluarganya tengah berupaya agar jenazah Endro bisa dibawa pulang. Ia pun meminta bantuan kepada pihak desa untuk membantu proses pemulangan jenazah. 

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV