SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Puluhan Tukik Hasil Tetasan Intan Box Dilepasliarkan di Pulau Santen Banyuwangi

Muhammad Nurul Yaqin - 21 October 2022 | 18:10 - Dibaca 1.40k kali
Peristiwa Daerah Puluhan Tukik Hasil Tetasan Intan Box Dilepasliarkan di Pulau Santen Banyuwangi
50 tukik Lekang hasil tetasan Intan Box dilepasliarkan di Pulau Santen Banyuwangi, Jumat (21/10/2022) sore. (Muhammad Nurul Yaqin/suaraindonesia.co.id).

BANYUWANGI - Sebanyak 50 ekor tukik atau anak penyu dilepasliarkan di Pulau Santen, Desa Karangrejo, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Jumat (21/10/2022) sore.

Keseluruhan tukik yang dilepas itu berasal dari hasil penetasan dan penelitian yang dilakukan Prodi Kedokteran Hewan, Sekolah Ilmu Kesehatan dan Ilmu Alam (SIKA) Universitas Airlangga (Unair) Banyuwangi.

Tukik jenis Lekang atau dalam bahasa latinnya Lepidochelys olivacea ini ditetaskan lewat proses inkubasi. Alatnya bernama Inkubator Buatan (Intan) Box.

Intan Box sendiri dirancang oleh Banyuwangi Sea Turtle Foundation (BSTF). Menariknya, sejak mulai digunakan pada akhir 2021 lalu, alat ini sudah berhasil menetaskan lebih dari 1.000 butir telur penyu Lekang dan 51 telur penyu Hijau (Chelonia mydas).

Pembina BSTF, Wiyanto Haditanojo, menjelaskan 50 ekor tukik Lekang itu berasal dari beberapa sarang alami yang direlokasi dari Pantai Sari dan Pantai Boom, Banyuwangi.

BSTF sendiri meletakkan alat Intan Box di dua lokasi yang berbeda. Masing-masing di Sekretariat BSTF dan SIKIA Unair. Setelah berlangsung inkubasi selama 56 sampai 64 hari, maka telur penyu itu pun sudah dapat menetas.

"Intan Box terbukti memiliki rasio keberhasilan penetasan yang tinggi, yaitu di atas 90 persen. Lebih tinggi dari rata-rata penetasan semi alami yang pernah dikelola kami," cetusnya.

Wiyanto juga membeberkan keunggulan Intan Box, selain tak memerlukan media pasir alat yang berbentuk boks ini juga tidak memerlukan tempat yang luas.

"Sehingga mudah dipindah, dipantau langsung dan bisa menampung 1.000 butir telur penyu tergantung dari jenisnya," imbuhnya.

Tukik berusia mulai dari 65 sampai 143 hari yang dilepasliarkan ini, lanjut Wiyanto, responnya sama dengan tukik hasil penetasan alami maupun semi alami saat kembali ke laut lepas.

"Dari total 50 ekor tukik yang dilepasliarkan tersebut, 44 tukik berjenis kelamin jantan dan 6 ekor lainnya betina," tukasnya.

Masih kata Wiyanto, data tersebut membuktikan bahwa Intan Box berhasil menetaskan mayoritas tukik jantan dengan rentan suhu 27,4 - 29,5 derajat celcius. 

"Hal ini tentunya akan dijadikan bahan pengembangan penelitian oleh tim dari SIKIA Unair sekaligus untuk pengembangan spesifikasi Intan Box ke depannya," pungkas dia.

Sebagai informasi, kegiatan penetasan telur penyu itu terlaksana berkat kolaborasi dan dukungan oleh Balai Pengolahan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Denpasar, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jatim.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Irqam

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV