SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Diduga SOP Protokol Kesehatan Lamban, Bayi Meninggal dalam Kandungan

Muhammad Nurul Yaqin - 07 December 2020 | 21:12
Peristiwa Daerah Diduga SOP Protokol Kesehatan Lamban, Bayi Meninggal dalam Kandungan
Sang bayi saat dimakamkan oleh pihak keluarga, Minggu (6/12/2020) sore.

BANYUWANGI- Muhammad Abdullah warga Kampung Melayu, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, mengaku baru saja kehilangan buah hatinya diduga karena lambannya penanganan Rumah Sakit Yasmin, kabupaten setempat.

Abdul merasa protokol rapid test Covid-19 yang diutamakan rumah sakit itu, telah membuat bayi yang dikandung istrinya Erna Kus Dewi Yana meninggal dalam kandungan. Karena terlambat mendapatkan pertolongan saat mau melahirkan.

Abdul menceritakan, seminggu sebelumnya ia tengah mengontrol kondisi kehamilan istrinya kepada seorang dokter di rumah sakit itu. Dokter tersebut menyarankan agar esok harinya sang istri sudah bisa dilakukan operasi sesar.

"Namun ketika besoknya saya datang ke Yasmin, di loket masih disuruh tes darah (rapid test istrinya)," kata Abdul, Minggu (6/12/2020).

Dia mengatakan kalau keluarganya telah menunggu hasil rapid sekitar dua hari, dan hasilnya keluar bahwa sang istri dinyatakan reaktif.

Kemudian, lanjut dia, sang istri juga menjalankan pemeriksaan radiologi. Dari hasil yang ditunggu semalaman, menyatakan bahwa ada masalah pada jantungnya.

"Kemudian ke dokter jantung, kata dokternya disana alatnya kurang bagus jadi tidak kelihatan. Sehingga dirujuk ke RSUD Blambangan," kata Abdul.

Masih Abdul, sesampainya di RSUD Blambangan Sabtu (5/12/2020) malam, ternyata dokter spesialis di rumah sakit tersebut juga tidak ada.

"Kata suster yang berjaga, dokternya tidak ada kalau malam. Susternya menyarankan agar melakukan USG (ultrasonography) ke RS Bunda," imbuh Abdul.

Setelah itu, ia bersama istrinya langsung bergegas ke RS Bunda untuk melakukan USG kehamilan. "Habis rontgen di Bunda biaya Rp 500 hasilnya keluar, kata dokternya janinnya sudah tidak ada," kata Abdul sedih.

"Kemudian langsung ke rumah sakit umum lagi, langsung ditangani tuh malam, selesai diperiksa, kemudian dibicarakan, besok Minggu (6/12/2020) jam 12.00 WIB langsung dioperasi," sambungnya.

Abdul dan istrinya masih dirundung duka yang mendalam. Mereka tak menyangka harus kehilangan buah hatinya.

Abdul menuding kendalanya itu pada prosedur rapid test yang harus diikuti oleh pihak RS Yasmin.

"Misal kata Haris (dokter yang menangani) waktu itu langsung dioperasi insya allah selamat. Soalnya dr Haris sudah bilang ke aku, ini kontrol terakhir tidak usah kesini lagi, besok langsung operasi," tandasnya.

Sementara Manajer RS Yasmin Banyuwangi, Agus, saat dikonfirmasi terpisah, Senin (7/12/2020) siang di kantornya mengenai kejadian tersebut, belum memberikan keterangan. "Masih kami cek dulu," ucapnya singkat. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor :

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV