SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Pelajar di Banyuwangi Antusias Ikuti Festival Literasi Using, Bupati Ipuk: Bentuk Cinta Bahasa Daerah

Muhammad Nurul Yaqin - 03 November 2025 | 19:11
Pendidikan Pelajar di Banyuwangi Antusias Ikuti Festival Literasi Using, Bupati Ipuk: Bentuk Cinta Bahasa Daerah
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani memberikan piala kepada peserta pemenang dalam Festival Literasi Using 2025 yang digelar untuk melestarikan bahasa daerah. (Foto: Humaskab).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menghidupkan semangat pelestarian bahasa daerah, termasuk Bahasa Using yang menjadi identitas budaya Suku Using.

Salah satu langkah nyatanya diwujudkan melalui gelaran tahunan Festival Literasi Using yang diikuti ratusan pelajar tingkat SD hingga SMP dari seluruh wilayah Banyuwangi.

Tahun ini, festival yang digelar pada 1 November 2025 itu memasuki penyelenggaraan kelima dengan peserta mencapai lebih dari 400 siswa.

Para peserta terlihat antusias mengikuti berbagai lomba yang disiapkan panitia. Mulai dari menulis aksara Using, membaca puisi, hingga mendongeng dengan bahasa daerah.

“Anak-anak sangat bersemangat. Mereka tidak hanya belajar Bahasa Using, tetapi juga menumbuhkan kebanggaan terhadap bahasa asli Banyuwangi,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

Ipuk menilai, di tengah arus globalisasi dan penggunaan bahasa asing yang semakin dominan, pelestarian bahasa daerah perlu dilakukan sejak dini melalui dunia pendidikan.

“Festival Literasi Using ini menjadi cara kami menanamkan rasa cinta terhadap bahasa lokal agar tidak hilang tergerus zaman,” ucapnya.

Bupati Ipuk juga mengapresiasi para guru dan orang tua yang terus mendampingi anak-anak berlatih serta mendukung kegiatan kebudayaan tersebut.

“Ini bukan sekadar lomba. Melalui literasi dan budaya, kita membentuk generasi yang cerdas dan tetap berakar pada identitasnya,” tambahnya.

Festival tahun ini melombakan tujuh kategori, di antaranya menulis aksara Using, cerpen, geguritan, nembang, ngewer (stand up comedy), dan mendongeng. Untuk tingkat SD, ditambah lomba memengan sandiworo atau bermain sandiwara.

Salah satu peserta, Ahmad Syauqi Ghifari dari SDN 1 Kalibaru Wetan, mengaku senang bisa ikut lomba puisi Using. “Agak susah, tapi seru. Saya jadi makin tahu bahasa asli Banyuwangi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi, Suratno, menyebut para juara festival akan dikirim untuk mewakili daerah pada ajang Festival Tunas Bahasa Ibu tingkat Jawa Timur.

“Selama dua tahun terakhir, wakil Banyuwangi selalu meraih prestasi di tingkat provinsi bahkan nasional,” ungkap Suratno.

Festival Literasi Using juga membawa prestasi tersendiri bagi Banyuwangi. Kabupaten ini dua kali menerima penghargaan dari Kemendikdasmen atas konsistensinya menjaga bahasa daerah pada 2024 dan 2025.

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV