SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Dukung Zero Stunting, FST Unair Latih Kader Posyandu Songgon Banyuwangi Lewat Teknologi Web dan Android

Muhammad Nurul Yaqin - 04 August 2025 | 15:08
Pendidikan Dukung Zero Stunting, FST Unair Latih Kader Posyandu Songgon Banyuwangi Lewat Teknologi Web dan Android
Sesi foto bersama dosen, mahasiswa, dan peserta pelatihan kader Posyandu Songgon dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat FST Unair. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Fakultas Sains dan Teknologi (FST) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya menggelar kegiatan Pendidikan Keluarga Sadar Gizi dan Pelatihan Deteksi Dini Stunting dengan Memanfaatkan Teknologi Informasi Berbasis Web dan Android untuk kader Posyandu di wilayah kerja Puskesmas Songgon, Banyuwangi, Sabtu (2/8/2025).

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat ini menyasar ibu kader Posyandu dan bidan desa dari sembilan desa di wilayah kerja Puskesmas Songgon. Setiap desa diwakili lima kader Posyandu ditambah sembilan bidan desa, dengan total peserta 54 orang.

Koordinator Program Studi Magister Matematika FST Unair sekaligus Ketua Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Prof. Dr. Nur Chamidah, M.Si., menjelaskan, pelatihan ini bertujuan mendukung program nasional Zero Stunting di Banyuwangi.

“Program ini kami rancang untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan kader Posyandu serta bidan desa dalam mendeteksi dini risiko stunting, sehingga kasus stunting dapat dicegah sejak awal,” ujarnya, Senin (4/8/2025).

Nur Chamidah memaparkan, ada perbedaan penting dibanding program sebelumnya. Kali ini, sistem berbasis Web dan Android dilengkapi fitur input Nomor Induk Kependudukan (NIK) balita, sesuai masukan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur.

“Penambahan fitur NIK ini agar data balita yang tercatat tunggal dan tidak terjadi duplikasi, sehingga pendataan menjadi lebih akurat,” tambahnya.

Ia menegaskan, pelatihan ini tidak hanya melibatkan dosen, tetapi juga mahasiswa S2 Matematika dan S1 Statistika FST Unair. Mereka berperan dalam penyusunan materi, pendampingan teknis, hingga praktek langsung di lapangan.

Materi yang diberikan mencakup pendidikan gizi keluarga, penentuan status gizi balita, serta penggunaan aplikasi berbasis Web dan R-Shiny untuk memantau pertumbuhan anak. Narasumber berasal dari FST Unair dan Fakultas Kesehatan Masyarakat Unair.

Selain penyampaian materi, kegiatan ini juga diwarnai sesi ice breaking untuk menjaga antusiasme peserta, pre-test dan post-test untuk mengukur pemahaman, serta pemberian penghargaan bagi peserta dengan nilai tertinggi.

Hasil analisis statistik menunjukkan adanya peningkatan signifikan dari nilai rata-rata pre-test sebesar 77 menjadi 90,3 pada post-test setelah peserta menerima pendidikan dan pelatihan. Dari hasil umpan balik berbasis word cloud, kata “bermanfaat” menjadi yang paling dominan, menandakan bahwa peserta menilai kegiatan ini memiliki dampak nyata.

Kata lain seperti “mudah”, “gizi”, “ilmu”, “memudahkan”, “cepat”, dan “wawasan” menggambarkan bahwa materi dianggap mudah dipahami, cepat diakses, memberi pengetahuan baru tentang status gizi balita, dan menambah wawasan peserta.

“Rata-rata nilai umpan balik kuisioner mencapai 88,35, yang berarti peserta merasa sangat puas terhadap kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini,” ucapnya.

Dengan pendekatan yang lebih modern dan berbasis data, diharapkan kader Posyandu dan bidan desa di Songgon dapat menjadi garda terdepan dalam mewujudkan generasi bebas stunting di Banyuwangi. (*)


» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV