SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Makin Berkualitas, Banyuwangi BMX Supercross Jadi Magnet Rider Dalam dan Luar Negeri

Muhammad Nurul Yaqin - 28 June 2026 | 15:06
Olahraga Makin Berkualitas, Banyuwangi BMX Supercross Jadi Magnet Rider Dalam dan Luar Negeri
Ratusan rider dari Indonesia dan mancanegara berlaga di Banyuwangi BMX Supercross 2026 di Sirkuit BMX Muncar. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Banyuwangi BMX Supercross 2026 kembali menjadi magnet bagi pembalap dalam maupun luar negeri. Kejuaraan yang digelar di Sirkuit BMX Muncar pada 27-28 Juni itu diikuti sekitar 331 rider dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara.

Meningkatnya jumlah peserta menunjukkan tingginya minat pembalap untuk berlaga di sirkuit berstandar internasional milik Banyuwangi yang telah masuk kalender resmi Union Cycliste Internationale (UCI).

Race Director Banyuwangi BMX Supercross, Dadang Haris Purnomo, mengatakan jumlah peserta terus bertambah dari tahun ke tahun hingga panitia harus membatasi kuota pendaftaran.

"Ya setiap tahun meningkat, bahkan tahun ini kami sengaja membatasi peserta karena sudah 300 lebih. Mereka tertantang dengan Sirkuit BMX Banyuwangi yang memang sudah standar internasional, dan yang paling penting ini juga masuk kalender federasi balap sepeda dunia (UCI) untuk bisa peroleh poin," kata Dadang.

Menurut Dadang, keberadaan sirkuit berstandar internasional menjadi daya tarik utama. Selain digunakan untuk kompetisi, lintasan tersebut juga dimanfaatkan para atlet sebagai ajang mengukur kemampuan.

Sirkuit BMX Muncar memiliki panjang lintasan 465 meter dengan obstacle empat high jump, dua start gate setinggi lima dan delapan meter, serta tujuh jalur dengan karakter berbeda.

Salah satu peserta asal Singapura, Azel, mengaku sengaja datang ke Banyuwangi karena karakter lintasannya lebih menantang dibanding sirkuit di negaranya.

"Treknya menarik, panjang, sangat menantang. Di Singapura tidak seperti ini," kata Azel.

Hal senada disampaikan Hamzah. Menurutnya, lintasan Banyuwangi memberikan pengalaman berbeda karena memiliki standar internasional.

"Panjangnya dua kali dari yang ada di Singapura. Capek, tapi sangat menyenangkan. Ini melatih kami bermain di sirkuit standar internasional," ujarnya.

Pelatih Thailand Cycling Association, Herve Krebs, menilai kejuaraan di Banyuwangi menjadi bagian penting dari program latihan timnya menghadapi berbagai agenda internasional.

"Kami disini untuk menggunakan race nya sebagai tempat latihan karena fokus kami di kejuaraan Nasional dan seagames seperti tradisi biasanya, kita tidak memiliki lebih banyak race jadi ini perlu kami lakukan untuk berlatih," jelas Herve.

Tidak hanya atlet, para orang tua pembalap juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan BMX Supercross Banyuwangi yang dinilai mampu memadukan olahraga dan pariwisata.

"Ini tahun ke-3 Rafa ikut di Banyuwangi. Sirkuitnya bagus, jadi favorit anak saya. Selain itu, Banyuwangi vibesnya menyenangkan. Tidak hanya mengantar anak, tapi juga bisa sekalian liburan di sini yang wisatanya bagus-bagus. Makanan juga murah," ujar Citra Mutia, orang tua pembalap asal DKI Jakarta.

Apresiasi serupa disampaikan Imam Maftuh, orang tua rider asal Tasikmalaya. Menurutnya, kualitas lintasan menjadi alasan utama putranya ingin berlaga di Banyuwangi.

"Anak saya melihat sirkuit Muncar yang treknya panjang dan internasional dia langsung minta ikut lomba di Banyuwangi. Keren Banyuwangi, tidak semua tempat di Indonesia punya komitmen membuat fasilitas untuk pengembangan bibit atlet. Salut untuk Banyuwangi, ditambah kondisinya juga mendukung rider berlatih dan bertanding di sini," kata Imam. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Alfiana Putri

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV