SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Penonton Tak Bergeming, Guyuran Hujan Iringi Meriahnya Jazz Gunung Ijen 2025

Muhammad Nurul Yaqin - 10 August 2025 | 14:08
Budaya Penonton Tak Bergeming, Guyuran Hujan Iringi Meriahnya Jazz Gunung Ijen 2025
Kevin Yosua Trio berkolaborasi dengan pemain terompet asal Prancis, Fabien Mary, tampil di panggung BRI Jazz Gunung Series 3 Ijen, Banyuwangi. (Foto: Dok. Jazz Gunung).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Hujan cukup deras yang mengguyur lereng Ijen, Sabtu malam (9/8/2025), tak menyurutkan antusias penonton menghadiri Jazz Gunung Ijen 2025 di amfiteater Taman Gandrung Terakota (TGT), Banyuwangi.

Jemaah Al Jazziah tetap bertahan, mengenakan jas hujan sambil menikmati panggung musik di tengah alam terbuka. Rintik hujan dan dinginnya cuaca terbayar oleh suguhan instrumen dan lagu para musisi yang tampil.

Kolaborasi deretan musisi papan atas tampil mewarnai panggung Jazz Gunung Ijen, mulai Dua Empat, Irsa Destiwi trio ft. William Lyle, The Aartsen yang digawangi Nita Aartesen tampil bersama drummer asal Polandia, Adam Zagorski. Juga ada Kevin Yosua trio berkolaborasi dengan Fabien Mary, pemain terompet asal Prancis.

Selain itu ada Jazz Patrol Kawitan dan Surabaya Pahlawan Jazz. Adapun yang istimewa penampilan dari Suliyana, musisi kondang asal Banyuwangi tampil bersama Glam Orchestra membawakan beberapa lagu daerah berbahasa Jawa dalam aransemen jazz.

Suliyana menjadi penampil terakhir dengan membawakan 8 lagu, mulai Cundamani, Kanggo Riko, Kopi Dangdut, Layang Kangen, Layang Sworo, Cinta, Langgeng Dayaning Rasa (LDR), hingga Rungkad, memadukan nuansa jazz, orkestra, dan warna musik daerah yang membuat penonton bertahan hingga akhir.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang turut menyaksikan di barisan depan menyebut Suliyana sebagai bintang istimewa malam itu. “Mudah-mudahan tahun depan ada lagi artis Banyuwangi yang tampil di Jazz Gunung Ijen,” harapnya.

Ipuk mengucapkan terima kasih pada pihak penyelenggara yang selama ini rutin menggelar atraksi wisata di Banyuwangi. “Semoga tahun depan bisa berlanjut lagi, dengan talenta yang lebih menarik, dan jazz tetap digemari masyarakat,” katanya.

Founder Jazz Gunung Ijen, Sigit Pramono mengatakan, event Jazz Gunung yang bertajuk “BRI Jazz Gunung Series 3 Ijen” ini merupakan rangkaian dari Jazz Gunung series 1 dan 2 yang digelar di lereng Gunung Bromo.

Menurutnya, Jazz Gunung Ijen punya keunikan tersendiri dibanding seri di Bromo. “Di Bromo tempatnya bagus tapi berbeda, di (Ijen) sini juga indah dengan keindahan yang khas,” kata Sigit.

Ia menjelaskan, di Jazz Gunung Ijen berada di tengah kebun raya bambu, menciptakan suasana alami yang khas. Keindahan alam ini dipadukan dengan dua pameran seni, yakni pameran seni rupa bertema Fora Fauna Kebun Binatang Seni dan pameran batik luar ruang yang dijemur di deretan pepohonan bambu.

“Lokasi festival ini menjadi spot foto yang sangat digemari pengunjung. Apalagi saat siang, orang foto-foto disini karena sangat instagramable,” kata Sigit.

Sigit mengaku puas dengan penyelenggaraan tahun ini. Meski diguyur hujan, penonton tetap memenuhi amfiteater Taman Gandrung Terakota. Ia memang sengaja menempatkan Suliyana, sebagai penampil penutup agar warga lokal tetap bertahan hingga akhir acara.

“Saya kira Jazz Gunung Ijen tahun ini lebih meriah dari tahun sebelumnya, karena adanya kolaborasi kegiatan seni budaya serta jumlah pelaku UMKM yang terlibat lebih banyak,” ucapnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV