SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Banyu Kuwung Banyuwangi Jadi Andalan Wisata Air Alami di Lereng Ijen

Muhammad Nurul Yaqin - 08 December 2025 | 21:12
Wisata Banyu Kuwung Banyuwangi Jadi Andalan Wisata Air Alami di Lereng Ijen
Pemandangan kawasan wisata alam Banyu Kuwung di lereng Ijen, dengan kolam mata air pegunungan yang dikelilingi pepohonan rimbun di Desa Licin. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI – Upaya Pemkab Banyuwangi memperkuat pariwisata berbasis alam kembali terlihat di kawasan lereng Gunung Ijen. Salah satu destinasi yang kini banyak dikunjungi ialah Banyu Kuwung, pemandian alami dengan kolam mata air pegunungan di Desa Licin.

Terletak di Dusun Panggang, Banyu Kuwung dikelola oleh Kelompok Sadar Wisata setempat. Area pemandian ini mulai ditata pada 2020 dan dibuka untuk umum pada 2022. Kolam alaminya berada di antara pepohonan rimbun, menghadirkan suasana sejuk khas perbukitan Ijen.

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani meninjau lokasi tersebut saat menjalankan program Bunga Desa (Bupati Ngantor di Desa), Senin (8/12/2025). Ia menyebut Banyu Kuwung sebagai ruang wisata yang menawarkan ketenangan dan cocok dikunjungi keluarga.

“Tempat ini masih sangat alami dan nyaman. Masyarakat bisa berwisata sambil menikmati kesejukan lereng Ijen,” ujar Ipuk.

Selain berenang di kolam dengan kedalaman 60–120 sentimeter, pengunjung dapat bersantai di gazebo yang disiapkan pengelola. Ipuk meminta agar pengembangan kawasan tetap memperhatikan kelestarian sumber air.

“Desa ini memiliki sumber air yang melimpah. Silakan dimanfaatkan untuk meningkatkan ekonomi warga, tapi tetap dijaga kelestariannya,” imbuhnya.

Ketua Pokdarwis Banyu Kuwung, Heriyanto, mengatakan lokasi tersebut dulunya merupakan lahan warga yang kurang produktif. Atas kesepakatan bersama, lahan itu kemudian dialihfungsikan menjadi destinasi wisata berbasis alam.

“Awalnya hanya tempat tanam selada air, hasilnya juga tidak stabil. Setelah ada ide membuat pemandian, pemilik lahan menghibahkan tanahnya kepada pokdarwis,” jelasnya.

Sejak dibuka, jumlah pengunjung terus meningkat. Pada masa awal operasional, akhir pekan bisa mencapai 1.200 wisatawan. Aktivitas tersebut ikut mendorong pergerakan ekonomi warga sekitar.

Fasilitas yang tersedia antara lain area parkir, musala, warung makan, toilet, hingga lokasi perkemahan. Destinasi ini buka setiap hari, kecuali Jumat untuk pembersihan. Jam layanan Senin-Kamis pukul 08.00-16.00, sedangkan Sabtu-Minggu mulai 07.00-16.00. Tiket masuk ditetapkan Rp 5.000 per orang. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV