BANYUWANGI- Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur mencatat jumlah warga di daerah ini yang terjangkit penyakit HIV/AIDS di tahun 2020 mengalami penurunan.
Kepala Dinkes Banyuwangi melalui Kasi Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Menular (P2PM), Sudarto Setyo mengatakan, berdasarkan data yang himpun, mulai dari Januari hingga September 2020, pihaknya menemukan 394 dengan berbagai kasus HIV/AIDS.
Angka tersebut mengalami penurunan cukup signifikan dibandingkan tahun 2019 yang mencapai 637 kasus dan tahun 2018 yang mencapai hingga 647 kasus HIV/AIDS.
Sudarto menjelaskan, penurunan ini dipengaruhi karena sosialisasi yang dilakukan setiap saat, sehingga kesadaran masyarakat Banyuwangi semakin tinggi.
Selain itu, juga dipengaruhi masifnya layanan kesehatan di Banyuwangi. Saat ini Banyuwangi sudah mempunyai 52 tempat tes kesehatan.
"Dengan tempat tes yang masif itu memberi kesempatan orang untuk mendapatkan informasi, mendapatkan layanan, seperti pengobatan atau informasi-informasi yang bisa dilaksanakan untuk pencegahan penularan," ujarnya.
Dari sekian angka tersebut, kebanyakan penderita HIV di Banyuwangi adalah perempuan. Hal ini disebabkan karena perempuan lebih rentan tertular.
"82 persen penularan disebabkan oleh hubungan seksual. Pada saat terjadi hubungan seksual pada perempuan, itu ada luka pada selaput kelamin, dan itu memungkinkan virus untuk masuk," terangnya.
Disebutkannya, saat ini Banyuwangi dapat dikatakan berhasil dalam menekan populasi pengidapnya. Yang sebelumnya berada di ranking 3 Jawa Timur setelah Surabaya dan Malang terkait tingginya angka HIV/AIDS.
Sekarang turun di peringkat 5 setelah Surabaya, Malang, Sidoarjo dan Jember. Termasuk angka AIDS nya dari kasus yang muncul akibat penderita HIV turun dari ranking 5 ke ranking 11.
"Artinya mereka yang menderita HIV terdeteksi sebelum infeksi penyakit penyertanya muncul, orangnya masih sehat sudah dilakukan testing, kemudian diberi pengobatan sesuai standar dan tata laksana yang benar sehingga yang bersangkutan tetap sehat tanpa menimbulkan penyakit apapun," ungkapnya.
Pihaknya akan terus berusaha mengendalikan penyakit HIV ini dengan baik. Sehingga jumlah kasus tertularnya HIV di Kabupaten Banyuwangi semakin turun. (*)
» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA
| Pewarta | : Muhammad Nurul Yaqin |
| Editor | : |
Komentar & Reaksi