default ads banner CODE: NEWS / LARGE LEADERBOARD / 970x90

KPK Panggil Sekjen Kemendag Terkait Suap Impor Bawang Putih

KPK Panggil Sekjen Kemendag Terkait Suap Impor Bawang Putih
Peristiwa Nasional
Kabiro Humas KPK Febri Diansyah saat memberikan keterangan kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 1 / 468x60

JAKARTA- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil Sekjen Kementerian Perdagangan Oke Nurwan terkait kasus dugaan suap impor bawang putih. Oke Nurwan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka anggota DPR I Nyoman Dhamantra.

"Dipanggil sebagai saksi untuk tersangka IYD (I Nyoman Dhamantra)," kata Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Kamis (3/10/2019).

Febri mengatakan KPK juga memanggil Kepala Badan Pengawasan Perdagangan Berjangka Komoditi Kemendag Tjahya Widayanti; Direktur Operasional PT Pertani Lalan Sukmaya; serta tiga pihak swasta bernama Al Amin, Made Ayu Ratih, dan Mohamad Idris.

Tidak hanya itu, Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Indrasari Wisnu Wardhana juga dijadwalkan akan diperiksa dalam kasus yang sama hari ini.

Beberapa waktu terakhir, KPK sebetulnya telah memanggil para pejabat Kemendag di atas. Namun, mereka berhalangan hadir sehingga pemeriksaan dijadwalkan ulang.

Kasus ini bermula dari serangkaian operasi tangkap tangan yang dilakukan penyidik KPK, beberapa waktu lalu. Penyidik mendapat informasi adanya transaksi suap terkait pengurusan kuota dan izin impor bawang putih tahun 2019.

Enam orang ditetapkan sebagai tersangka, yakni anggota DPR Komisi VI I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri dan Elviyanto sebagai penerima suap.

Selain itu, Chandry Suanda alias Afung, Doddy Wahyudi dan Zulfikar sebagai pemberi uang suap.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan I Nyoman Dhamantra, Mirawati Basri dan Elviyanto diduga menerima uang suap sebesar Rp 2 miliar melalui transfer untuk mengurus kuota impor bawang putih dari Chandry Suanda (CSU) alias Afung, Doddy Wahyudi dan Zulfikar.

"DDW (Doddy Wahyudi) mentransfer Rp 2 miliar ke rekening kasir money changer milik INY (Nyoman). Uang Rp 2 miliar tersebut direncanakan untuk digunakan mengurus SPI (Surat Persetujuan Impor)," katanya, Kamis (8/8/2019).


Kontributor : Anas
Editor : Imam Hairon
Publisher : Alfina Putri
default ads banner CODE: NEWS / BANNER 2 / 468x60

You can share this post!

Komentar