SUARA INDONESIA BANYUWANGI

Lantik Pengurus Ikatan Notaris, Bupati Ipuk Ajak Berantas Mafia Tanah

Muhammad Nurul Yaqin - 03 July 2024 | 14:07 - Dibaca 1.34k kali
News Lantik Pengurus Ikatan Notaris, Bupati Ipuk Ajak Berantas Mafia Tanah
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melantik Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (Penda INI) Banyuwangi. (Foto: Istimewa).

SUARA INDONESIA, BANYUWANGI - Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengajak Pengurus Daerah Ikatan Notaris Indonesia (Penda INI) Banyuwangi untuk terlibat aktif dalam mengedukasi masyarakat berkaitan dengan persoalan pertanahan. 

Bupati Ipuk berpesan agar Penda INI yang baru dilantik di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, Rabu (3/7/2024) ini, bisa bekerja profesional dalam melayani warga. Jangan sampai ada penyelewengan sehingga bisa bersama mencegah adanya mafia tanah.

Menurut Ipuk, persoalan penipuan, mafia tanah dan sebagainya yang berkaitan dengan penyelewengan terkait pertanahan bisa diantisipasi jika Pemda, BPN, Notaris duduk bersama.

“Sehingga tidak ada celah orang mengambil keuntungan dari permasalahan tanah yang ada di Banyuwangi,” kata Ipuk usai pelantikan Penda INI.

Ipuk berharap, pengurus Ikatan Notaris Indonesia di Banyuwangi bisa memberikan edukasi pada masyarakat berkaitan dengan pemahaman regulasinya. Terutama masyarakat yang ada di desa-desa yang sangat minim sekali pemahaman hukumnya.

“Kami berharap ada program-program untuk itu,” pinta Ipuk.

Kepengurusan baru yang sebagian besar masih muda diharapkan memiliki semangat baru untuk bisa berkontribusi untuk banyak hal terkait permasalahan tanah, hukum dan persoalan lainnya. 

“Dan bisa menjadi fasilitator, baik bagi pemda, masyarakat maupun lembaga yang membutuhkan support dari notaris,” cetus Ipuk.

Ketua Pengda INI Banyuwangi, Zulham Effendi, mengatakan, anggotanya yang berjumlah 117 orang siap bersinergi dengan Bupati untuk mendukung program yang dilakukan Pemkab Banyuwangi untuk meningkatkan kemajuan dan pembangunan di Banyuwangi. 

Dia menegaskan, Notaris dalam melaksanakan tugasnya diawasi Majelis Pengawasan Notaris. Dirinya meyakini anggotanya akan menjalankan jabatan sesuai dengan kode etik dan undang-undang jabatan notaris.

Menurutnya, saat orang datang ke Notaris pasti sudah membawa bukti-bukti. Notaris kemudian memverifikasi data formal yang diajukan. Kalau data formalnya sudah valid, Notaris akan membuatkan akta apapun yang diinginkan para pihak. 

“Kita sebelum melakukan transaksi pasti melakukan pemeriksaan di BPN tentang keabsahan dokumen-dokumen. Pasti yang lewat kita itu semuanya otentik,” tegasnya.

Dirinya juga sudah menyiapkan program edukasi kepada masyarakat berkaitan dengan kenotariatan. Edukasi ini akan dilakukan bekerjasama dengan pemerintah Desa. Para Notaris akan melakukan sosialisasi ke masyarakat dengan kunjungan ke desa-desa. 

“Untuk memberi pengarahan pada masyarakat terkait keabsahan dokumen, seperti perjanjian, itu harus seperti apa. Kalau masyarakat percaya kepada notaris dan PPAT semua sebenarnya aman,” tegasnya. (*)

» Klik berita lainnya di Google News SUARA INDONESIA

Pewarta : Muhammad Nurul Yaqin
Editor : Mahrus Sholih

Share:

Komentar & Reaksi

Berita Terbaru Lainnya

Featured SIN TV