SUARA INDONESIA
Banner

Belasan Pasien Covid-19 Terindikasi Omicron, Banyuwangi Kirim Lagi 21 Sampel ke Surabaya

BANYUWANGI- Banyuwangi kembali mengirim 21 sampel pasien Covid-19 ke laboratorium di Surabaya untuk diuji Omicron.

Pengiriman kembali 21 sampel ini menyusul ditemukannya sebanyak 17 sampel pasien Covid-19 menunjukkan probable atau terindikasi terinfeksi Omicron dari hasil uji S-gene Target Failure (SGTF).

"Kalau kemarin dari 20 sampel yang kami kirim pertama, itu kan 17 menunjukkan probable Omicron dari hasil uji SGTF. Nah sekarang kita uji lagi," ujar Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi, Amir Hidayat.

"Jadi ada 21 sampel pasien Covid-19 yang terindikasi Omicron, kami kirim kembali ke Surabaya," jelas Juru Bicara Satgas Covid-19 Kabupaten Banyuwangi ini, Rabu (16/2/2022).

Amir mengatakan, hasil probable tersebut belum dapat dikatakan terpapar virus varian Omicron meski sudah diuji menggunakan metode SGTF. 

Sebab masih tinggal satu pemeriksaan lagi setelah SGTF, yakni pengujian lanjutan dengan metode Whole Genome Sequencing (WGS).

"Untuk menentukan Omicron atau tidak, masih ada satu tahap lagi uji WGS. Tapi hasilnya itu belum keluar," terangnya.

Upaya ini, kata Amir, sebagai tindak lanjut untuk mendeteksi dini varian Omicron. Menyusul kasus positif Covid-19 di Banyuwangi mengalami lonjakan.

"Per hari ini Rabu 16 Februari 2022, angka Covid-19 di Banyuwangi ada tambahan 297 kasus baru, sehingga total kasus positif Covid-19 mencapai 1.171 orang," beber Amir.

Dari jumlah tersebut, beberapa pasien Covid-19, sebagian kecil dirawat di rumah sakit. Sisanya menjalani isolasi mandiri di rumah dan isolasi terpadu (isoter) di Gedung Wisma Atlet Banyuwangi.

"Sebagian besar tanpa gejala dan gejala ringan, sehingga cukup isolasi mandiri (isoman). Ada juga beberapa yang kita arahkan untuk isolasi terpadu di Wisma Atlet," jelasnya.

Dinas Kesehatan Banyuwangi mengingatkan kepada masyarakat agar selalu waspada dengan tetap menjalankan protokol kesehatan (prokes) secara ketat, guna mengantisipasi Covid-19 varian Omicron.

"Saya kira penting untuk disampaikan ke masyarakat. Omicron ini penularannya sangat cepat, meski keganasannya tidak sebesar varian Delta. Tapi kuncinya ada dua, pengetatan prokes dan vaksinasi," jelas Amir.

Dinkes juga meminta kepada masyarakat yang belum melakukan vaksinasi tahap dua dan tiga (booster) agar mendatangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat, guna kembali mendapatkan suntikan vaksin Covid-19. (*)

Apa Reaksi Anda?